Sopir Angkot yang Sebabkan Meninggalnya Sisiwi SMPN 1 PPU Resmi jadi Tersangka

Ia dianggap menewaskan siswi kelas VII SMPN 1 PPU, Zaskia Ashari dalam kecelakaan lalulintas pada, Senin (3/9/2018) pukul 15.30 Wita.

Sopir Angkot yang Sebabkan Meninggalnya Sisiwi SMPN 1 PPU Resmi jadi Tersangka
Tribun Kaltim/Samir
Polres PPU melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan 

TRIBUNKALTIM.CO - Polres Penajam Paser Utara (PPU) resmi menetapkan sopir angkutan kota (angkot), Sahrianto menjadi tersangka.  

Ia dianggap menewaskan siswi kelas VII SMPN 1 PPU, Zaskia Ashari dalam kecelakaan lalulintas pada, Senin (3/9/2018) pukul 15.30 Wita.

Sementara itu, untuk memastikan penyebab kecelakaan Satlantas Polres PPU melakukan olah TKP di kilometer 3,5 persis depan Ponpes Al Banjari. Dalam olah TKP ini juga dihadirkan sopir angkot Sahrianto, Selasa (4/9/2018).

Baca: Cuma Modal Rp 5 Ribu, Goresan di Mobil Kamu Bakal Hilang Seketika

Kanit Lantas Polres PPU, Ipda Bone Manalu menjelaskan bahwa sopir angkot telah menjadi tersangka setelah dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

Mengenai olah TKP ini, ia mengatakan dilakukan untuk memastikan penyebab lakalantas yang menewaskan seorang siswi SMPN 1 PPU.

Dalam olah TKP ini, mobil yang disopiri tersangka awalnya menabrak median jalan persis di ujung median. Kemudian angkot tersebut juga senpat menabrak tiang bendera dan berakhir menabrak tiang bendera yang berada di median jalan.

Baca: Obrolan Raffi Ahmad Jadi Sorotan, Bahas Jadi Duda Adalah Hal Terbaik

"Jadi angkot itu tabrak median jalan sepanjang 10 meter lebih. Setelah menabrak tiang bendera kemudian angkot itu berputar dan balik arah. Jadi tidak terbalik," ujarnya.

Namun demikian, ia mengakui penyebab lakalantas ini disebabkan karena sopir ugal-ugalan. Mengenai rekannya sopir lain yang ikut ugal-ugalan, Manalu mengatakan bukan menjadi penyebab lakalantas tersebut. "Ini kesalahan sopir karena mau ikut. Yang jelas kecepatan angkot itu 80 km/jam," ungkapnya.

Sebelumnya, seorang siswi SMPN 1 Penajam Paser Utara (PPU), Zaskia Ashari akhirnya tewas setelah angkutan kota (angkot) KT 1365 VA terguling di kilometer 3 Penajam, sekitar pukul 15.30 Wita, Senin (3/9/2018). Selain itu, Ristiqomah dan Ananda Nur Anisah harus dirawat di RSUD Ratu Aji Putri Botung karena mengalami luka.

Bahkan Ananda rencananya akan dirujuk ke RS Balikpapan karena mengalami luka cukup parah terutama di bagian kepala.

Halaman
123
Penulis: Samir
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved