Tak Ada Bukti Miras, 2 Karaoke Keluarga Kembali Beroperasi

Dua karaoke keluarga di Samarinda kembali beroperasi setelah ditutup pada Jumat (14/8/2018) lalu.

Tak Ada Bukti Miras, 2 Karaoke Keluarga Kembali Beroperasi
TRIBUN KALTIM/CAHYO WICAKSONO PUTRO
Satpol PP Samarinda melakukan razia tempat karaoke keluarga. 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co Cahyo Wicaksono Putro

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dua karaoke keluarga di Samarinda kembali beroperasi setelah ditutup pada Jumat (14/8/2018) lalu.

Sebelumnya dua karaoke tersebut ditutup lantaran Satpol PP berhasil menemukan beberapa miras saat razia gabungan pada (15/8/2018).

Karaoke tersebut membiarkan adanya pengunjung yang membawa minuman beralkohol, hingga didapati 15 kaleng minuman.

Hal itu dianggap melanggar peraturan daerah.

TJSL Energi Listrik di Berau, Siapa yang Paling Diuntungkan?

"Tempat karaoke juga ada yang punya izin miras ada yang tidak, malah ada juga tempat THM dewasa tapi tidak mempunyai izin, rasanya kalau dia nggak punya izin mending nggak usah, ya artinya nggak boleh dong ya kan. Walaupun dia untuk dewasa atau dia punya izin merah, seperti yang kasus kemarin, dia masuk kategori keluarga, berarti dia punya ketentuan-ketentuan yang tidak boleh dilanggar, salah satunya jualan miras," ucap HM Faisal, Kepala Dinas Pariwisata Samarinda.

Menurut Peraturan, untuk peringatan pertama, hanya berlaku penutupan sementara, sampai manajemen tempat hiburan tersebut, telah melakukan proses persidangan.

"Tidak langsung kita tutup, jadi tidak serta merta langsung ketahuan langsung tutup, kan ada prosesnya, nanti kami dari pemerintah yang salah, pada tahapannya diberikan sanksi, dengan menjalani persidangan terlebih dulu," tegas Faisal.

Setelah Asian Games 2018 Usai, Stuntman Jokowi Buka Suara soal Perannya di Opening Ceremony

Penutupan kepada dua tempat karaoke itu sendiri, karena petugas menemukan beberapa minuman, yang memang tidak mendapat izin.

Khususnya di tempat karaoke khusus keluarga, dan beberapa waktu lalu telah kembali beroperasi.

"Kan kemarin, waktu razia ketahuan ya mereka dengan ditemukan minuman keras, dan memang buka lagi ya. Ternyata mereka memang sudah diproses mereka, waktu itu mereka sudah mendapat peringatan pertama, jadi sanksi pun ada tingkatannya, sama kayak pegawai juga lah penurunan pangkat ada yang diberhentikan ada yang cuma teguran lisan ada yang teguran keras," jelasnya.

Ingin Ikutan Buat Meme Medali Emas Asian Games 2018? Begini Petunjuk dari Kemenpora

"Kalau tidak salah sih menurut teman-teman satu kantor, mereka memang udah masuk di kasus tipiringnya. Kemudian sudah disidangkan kalau udah di sampai tahap itu, berarti sudah selesai, dia boleh buka lagi. Tetapi harus membuat surat pernyataan tidak akan menjual lagi, dan bila kembali terungkap menjual atau membiarkan pengunjung mengonsumsi minuman keras, maka tempat karoke itu akan dengan tegas ditutup permanen," tambahnya.(*)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved