Proyek Tol Balikpapan-Samarinda Terancam tak Dapat Tambahan Dana

Konstruksi Tol Balikpapan-Samarinda seksi 1 yang menghubungkan Km 13 Balikpapan-Samboja diperkirakan tak bisa selesai

ISTIMEWA
Kondisi salah satu ruas Tol Balikpapan-Samarinda terkini. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pembangunan konstruksi Tol Balikpapan-Samarinda seksi 1 yang menghubungkan Km 13 Balikpapan-Samboja diperkirakan tak bisa selesai hingga akhir 2018. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sapto Setio Pramono kepada Tribun, Sabtu (1/9) lalu.

Hasil peninjauan ke lokasi proyek tol Balikpapan-Samarinda, Sapto memperkirakan, hingga akhir 2018, konstruksi seksi 1 hanya rampung kisaran 70-80 persen.

"Kita bicara yang didanai APBD Kaltim saja ya, yakni Seksi 1. Menurut saya tak selesai, karena ada persoalan tanah," kata Sapto.

Baca: Pesawat Latih Jatuh di Gunung Kidul, Vokalis Endang Soekamti Selamat

Meski demikian, Sapto menuturkan, DPRD tetap menunggu hingga akhir Desember ini sesuai masa berakhirnya kontrak pengerjaan jalan tol. Jika tidak selesai, maka akan ada pembicaraan kembali mengenai kelanjutan nasib tol dengan Gubernur Kaltim terpilih.

"Kita tunggu sampai akhir Desember Selesai apa tidak? Baru nanti dibicarakan. Karena semua ada mekanismenya, ada evaluasinya," kata Sapto.

Investasi atau uang rakyat yang dikucurkan sudah sangat banyak. Sapto berharap Gubernur Kaltim terpilih mau melanjutkan pembangunan tol. Khususnya seksi 1, yang menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim. Diketahui, untuk tol seksi 1 saja, Pemprov harus mengucurkan biaya lebih dari Rp 1,5 triliun.

Baca: Susah Terlelap dalam Waktu Singkat? Ikuti Trik Rahasia Tidur Nyenyak ala Militer

"Biar bagaimana pun, uang rakyat yang masuk sudah sangat besar. Jangan sampai ini barang jadi mubazir. Tinggal kebesaran hati gubernur selanjutnya saja," kata Sapto.

Sapto juga meminta Gubernur Awang Faroek Ishak melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, berkata jujur mengenai kendala yang dihadapi, dalam pembangunan tol.

"Sampaikan kondisi sesuai fakta riil lapangan. Jangan OPD terkait selalu bicara siap selesai. DPRD ini mitra yang berfungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan," urai Sapto.

Khusus pada 2018 ini, Sapto menegaskan DPRD tidak akan memberikan anggaran tambahan untuk tol, selain yang sudah disepakati pada APBD 2018. "Oh tidak ada lagi tambahan anggaran. Mau itu addendum, atau eskalasi, atau tambahan lain, itu tidak ada. Hanya yang sudah ditetapkan sesuai kontrak saja," katanya.

Baca: Ratusan Murid RA dan PAUD Se-Balikpapan Ikut Manasik Haji

Lantas, bagaimana jika hingga 2018 berakhir, konstruksi tol seksi 1 belum bisa fungsional, lantaran memerlukan biaya tambahan? "Ya untuk 2019 akan dibicarakan lagi. Yang jelas 2018 tidak ada lagi tambahan untuk tol," tegas Sapto. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved