Awang Faroek: Isran Noor Tak Bisa Menjabat Usai Pelantikan 27 September

Diketahui, sesuai regulasi, Awang sudah harus mundur saat namanya masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) karena ikut sebagai caleg DPR RI.

Awang Faroek: Isran Noor Tak Bisa Menjabat Usai Pelantikan 27 September
TRIBUN KALTIM / ANJAS PRATAMA
Awang Faroek Ishak, Gubernur Kaltim 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Anjas Pratama

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Agenda Kemendagri untuk melakukan pelantikan Kepala Daerah terpilih sesuai hasil Pilkada 2018 ikut dijawab Gubernur Kaltim Awang Faroek, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/9/2018).

Pasalnya, satu dari Kepala Daerah yang akan dilantik oleh Presiden pada 27 September mendatang adalah pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi yang merupakan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih.

Disampaikan Awang ia tak ada masalah dengan rencana Kemendagri tersebut.

“Tak ada masalah,” ucapnya saat pertama kali diberikan pertanyaan terkait rencana Kemendagri tersebut.

Namun, ia kemudian ikut menjelaskan terkait bagaimana kepemimpinan Kaltim ke depan hingga masa jabatannya berakhir.

Diketahui, sesuai regulasi, Awang sudah harus mundur saat namanya masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) karena ikut sebagai caleg DPR RI.

Tetapi, ia sampaikan bahwa pertemuannya dengan Mendagri beberapa waktu lalu, sudah mendapatkan konfirmasi jika masa jabatan Gubernur tak bisa ditambah dan tak bisa dikurangi, yakni hingga 18 Desember 2018 mendatang.

“Masa jabatan Gubernur tak bisa ditambah dan dikurangi. Jadi, saya baru berakhir tanggal 18 Desember (2018). Kalau Isran dilantik 27 September, ya silakan saja. Tetapi serah terima dengan saya, dan baru bisa masuk ruangan ini, ya 18 Desember 2018. Itu setelah serah terima,” ucapnya.

Sementara untuk regulasi KPU yang harus undurkan diri sebagai jabatan Gubernur, disampaikan Awang sudah ia lakukan.

Halaman
12
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved