Mau Lihat Atraksi Mandau Terbang? Jangan Lewatkan Festival Mahakam 2018

Tiga event khusus mandau itu, yakni 1.000 mandau, mini expo mandau, dan history ritual mandau.

Mau Lihat Atraksi Mandau Terbang? Jangan Lewatkan Festival Mahakam 2018
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Penari hudoq mengikuti parade budaya melintasi jalan Awang Long sampai jalan Gajah Mada tepian Mahakam diiringi ratusan warga dayak Samarinda dan sejumlah wilayah di Kaltim memeriahkan Festival Mahakam 2017, sebelum upacara Hudoq Kawit, Minggu (4/11) Upacara Hudoq Kawit merupakan ungkapan rasa syukur dan menjalin kebersamaan etnis dayak dengan sejumlah masyarakat lain di Samarinda dan Kaltim. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Festival Mahakam 2018 akan terselenggara kurang dari sebulan, tepatnya pada 2-4 November mendatang.

Event tahunan yang masuk dalam 100 wonderful events Indonesia itu bakal diisi dengan beragam acara, yang hampir semuanya dilaksanakan di sekitar Sungai Mahakam.

Dari 30 acara yang ada, terdapat beberapa acara yang merupakan baru pertama kali akan digelar di Festival Mahakam 2018, salah satunya yakni tiga event khusus mandau.

Tiga event khusus mandau itu, yakni 1.000 mandau, mini expo mandau, dan history ritual mandau.

"Kalau tahun lalu kita ada 1.000 hudoq, tahun ini kita ada hal acara yang berbeda, yakni 1.000 mandau, serta mini expo mandau, dan ritualnya," ucap Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda, Muhammad Faisal, Kamis (6/9/2018).

Lanjut dia menjelaskan, selama event khusus mandau itu dilaksanakan, pihaknya memastikan event tersebut berlangsung dengan aman, dengan antisipasi lainnya yang berkaitan dengan keamanan.

"Untuk keamanan pasti kita pastikan, termasuk antisipasi lainnya. Kita yakin ini berjalan dengan aman, karena ini kaitannya dengan pelestarian kebudayaan. Terlebih mandau ini sudah jadi warisan tidak benda Indonesia dari Kaltim. Sertifikatnya ada dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan bisa lebih mengenalkan mandau," tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata, Agnes Gring Belawing menambahkan, hingga saat ini telah terdapat 900 peserta yang telah mendaftarkan diri untuk ikut event khusus mandau tersebut.

Nantinya, senjata dari suku dayak itu sendiri akan digunakan dalam tarian khas dayak.

"Mandau ini digunakan untuk menari, kita pastikan tidak ada yang berbahaya, aman karena lebih artistik, semua peserta menggunakan pakaian adat dayak," ucapnya.

"Seluruh sub entis dayak di Kalimantan kita undang, termasuk dari Malaysia," tambahnya.

Tak hanya itu, nantinya juga akan ada atraksi mandau terbang yang dilakukan oleh ahlinya.

"Ada atraksi mandau terbang, yang jelas tidak berbahaya, karena dilakukan oleh ahlinya, kalau pun berbahaya tentu tidak akan kita tampilkan. Dan, semua jenis mandau akan kita tampilkan," terangnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved