Masimalkan PAD, Dishub Berau Gelar Razia Distribusi Parkir

Satlantas Polres Berau, Dinas Perhubungan (Dishub) Berau juga menggelar razia retribusi parkir.

Masimalkan PAD, Dishub Berau Gelar Razia Distribusi Parkir
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Dinas Perhubungan (Dishub) Berau menggelar razia retribusi parkir. Kegiatan ini merupakan upaya Pemkab Berau untuk memasimalkan Pendapatan Asli Daerah melalui retribusi parkir. 

TRIBUNKALTIM.CO - Satlantas Polres Berau, Dinas Perhubungan (Dishub) Berau juga menggelar razia retribusi parkir. Kegiatan ini merupakan upaya Pemkab Berau untuk memasimalkan Pendapatan Asli Daerah melalui retribusi parkir.

Seperti diketahui, Dishub Berau tahun menargetkan penerimaan retribusi parkir tepi jalan umum sebesar Rp 500 juta.

Namun Dinas Perhubungan Berau terus berupaya mengoptimalkan penerimaan PAD melalui sektor ini.

“Membayar retribusi parkir merupakan kewajiban bagi seluruh pemilik kendaraan. Selain untuk meningkatkan PAD, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat memenuhi kewajiban membayar retribusi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Berau, Abdurrahman.

Baca: Bagaimana Rupa Bumi 100 Tahun Lagi? Ini Prediksi Para Ahli

Pengendara yang tidak dapat menunjukan label atau bukti pembayaran retribusi parkir berlangganan, diminta untuk membayar retribusi di tempat.

Abdurrahman mengungkapkan razia gabungan Dishub Berau bersama instansi terkait ini, dalam rangka penertiban retribusi parkir maupun kelengkapan surat-surat kendaraan.

Jajaran Dishub Berau melakukan pemeriksaan pada kelengkapan bukti pembayaran parkir berlangganan yang diwajibkan bagi setiap pemilik kendaraan.

Selain itu, Dishub juga memeriksa kelengkapan buku KIR bagi kendaraan yang diwajibkan. Sementara untuk surat kendaraan seperti SIM maupun STNK dan kelengkapan kendaraan diperiksa dan ditindak jajaran Satlantas Polres Berau.

Baca: Daging Ayam yang Nikmat Bisa Ancam Kesehatan, Simak 8 Kesalahan Ini Saat Mengolahnya

“Kita melakukan pemeriksaan kendaraan yang belum membayar retribusi parkir berlangganan. Yang belum membayar langsung kita minta membayar di tempat yang telah disiapkan petugas,” ungkapnya.

Penerapan retribusi parkir berlangganan tepi jalan umum, dijelaskan Abdurrahman, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dinas Perhubungan bertugas menarik retribusi berlangganan seluruh kendaraan di Kabupaten Berau.

“Selain penertiban retribusi juga meneliti kelengkapan kendaraan baik surat-surat maupun kelengkapan kendaraan,” jelasnya. Retribusi parkir ini, lanjut dia, merupakan sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang turut mendukung pembangunan daerah.

Dengan memenuhi kewajiban membayar retribusi, maka masyarakat telah ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Retribusi berlangganan pertahun ini ditetapkan sebesar Rp 29 ribu untuk kendaraan roda dua dan untuk roda empat ditetapkan sebesar Rp 72 ribu per tahun.

Baca: Lagi Syantik Populer Banget, Siti Badriah Dapat Bonus Mobil Mewah

Menurut Abdurrahman, besaran retribusi ini dinilai tidak terlalu memberatkan masyarakat. “Retribusi ini berlaku untuk satu tahun dan ini sebagai sumber pendapatan asli daerah,” tandasnya.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved