Bekraf Sebut Produk Kuliner Jadi yang Terbesar dalam Aktivitas Ekonomi Kreatif

"Ekonomi kreatif terus didukung untuk dapat menjadi tulang punggung perekonomian nasional", tegasnya.

TRIBUN KALTIM / BUDI SUSILO
Peserta dan pembicara Workshop Aplikasi Bisma Terkait Periset Ekonomi Kreatif Demi Peningkatan Kapasitas di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Jl Jenderal Sudirman Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Sabtu (8/9/2018) siang. 

Prajurit TNI Raih Emas di Asian Games, Kenaikan Pangkat Dipercepat: Harusnya 2 Tahun, Jadi Oktober

Irfan Jaya Masuk Skuat Timnas Garuda, Persebaya Siapkan Duo Eks Pilar Persipura

Mengacu pada data Bekraf RI, terdapat tiga sub sektor ekonomi kreatif unggulan, yakni kuliner, fashion, dan kriya.

"Kuliner menyumbang 41,4 persen, fashion sebesar 18,1 persen dan kriya sebesar 15,4 persen," urainya.

"Ekonomi kreatif terus didukung untuk dapat menjadi tulang punggung perekonomian nasional", tegasnya.

Ilham Pinastiko, pendiri PALA Nusantara, Napak Rasa, Sate Klatak, dan Matoa menceritakan ide kreatif diantaranya dalam menciptakan jam tangan kayu.

Menurutnya, value sebuah kayu bisa diangkat menjadi sebuah produk dengan daya jual tinggi. Harga kayu 155 ribu bisa menjadi 1 jutaan.

"Bagaimana saya memanfaatkan potensi alam, mewujudkan inovasi dan ide kreatif menjadi sebuah bisnis", ujar pria lulusan Desain Produk ITB ini.

Ditambahkan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menjelaskan, Balikpapan sebagai one of the most liveable city, harus dapat meletakkan ekonomi kreatif sebagai unggulan.

"Ekonomi kreatif ini tidak hanya berperan dalam perekonomian nasional, ekonomi kreatif juga turut menyerap tenaga kerja," katanya.

Halaman
123
Penulis: Budi Susilo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved