Boikot Penunjukan Colin Kaepernick Meluas, Omset Penjualan Nike Justru Naik Drastis

Peningkatan penjualan terjadi pada hari Minggu (2/9/2018) lalu yang bertepatan dengan Hari Buruh hingga Selasa (11/9/2018).

Boikot Penunjukan Colin Kaepernick Meluas, Omset Penjualan Nike Justru Naik Drastis
Instagram/@kaepernick7
Colin Kaepernick untuk kampanye iklan baru Nike. 
TRIBUNKALTIM.CO - Beberapa waktu belakangan ini, perusahaan apparel Nike, dihantam aksi gelombang protes cukup masif di Amerika Serikat, tepatnya pada tanggal 3 September 2018 lalu.

Sejumlah warga Amerika Serikat, mengunggah tagar boikot Nike di media sosial.

Tak sedikit pula yang mengunggah foto dan video aksi yang lebih ekstrem, yakni merusak atau bahkan membakar sepatu Nike mereka.

Meski banyaknya protes yang melanda, Nike malah tak merugi karena mereka justru meraih peningkatan omset usai kontroversial tersebut.

Dilansir Tribunwow.com dari Edinson Trends via Marketwatch, Sabtu (8/9/2018), omset Nike justru kian meroket.

Tercatat penjualan apparel milik Nike mengalami peningkatan sebesar 31 persen.

Angka tersebut diambil dari pantauan penjualan barang yang ada secara online.

Peningkatan penjualan terjadi pada hari Minggu (2/9/2018) lalu yang bertepatan dengan Hari Buruh hingga Selasa (11/9/2018).

Angka ini disambut positif oleh Nike mengingat penjualan mereka meningkat 17 persen dibandingkan dengan yang tercatat untuk periode yang sama di tahun 2017.

"Ada spekulasi bahwa kampanye Nike / Kaepernick akan menyebabkan penurunan penjualan, tetapi data kami selama seminggu terakhir tidak mendukung teori itu," kata Hetal Pandya, co-founder dari Edison Trends.
 

Baca juga:

Menikahi Kartika Putri, Habib Usman bin Yahya Mengaku Deg-degan Saat Ijab Kabul

Inilah 5 Fakta Dibalik Penunjukan Erick Thohir sebagai Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin

Bekraf Sebut Produk Kuliner Jadi yang Terbesar dalam Aktivitas Ekonomi Kreatif

Rapper Mac Miller Meninggal Dunia, Ariana Grande ''Diserang'' di Dunia Maya



Gelombang protes warga AS memboikot Nike ini ternyata dipicu oleh keputusan Nike menjadikan atlet kontoversial sebagai bintang iklan terbaru mereka.

Seruan memboikot Nike terjadi beberapa jam setelah Nike merilis iklan yang menggandeng pemain NFL atau American Football, Colin Kaepernick.

Colin Kaepernick menjadi kontroversi ketika menolak berdiri ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat saat sedang berkumandang

Dilansir dari TribunWow.com dari The Guardian, Rabu (5/9/2018), Kaepernick melakukan aksi protes dengan berlutut saat lagu kebangsaan Amerika Serikat ‘The Star-Spangled Banner’ dikumandangkan pada National Footbal League (NFL) pada 1 Januari 2017 lalu.

Kaepernick menolak berdiri untuk memprotes isu rasial, terutama terhadap orang kulit hitam di Amerika Serikat.

Dalam iklan Nike terbaru terdapat wajah Kaepernick dengan tulisan 'Believe in something. Even if it means sacrificing everything'. (TribunWow.com/Bobby Wiratama)
Editor: Kholish Chered
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved