Aliansi Masyarakat Kaltim Cinta NKRI Gelar Aksi Tolak Deklarasi #2019GantiPresiden

massa aksi juga menggelar orasi terkait dengan penolakan rencana deklarasi #2019GantiPresiden yang akan dilakukan di Samarinda dalam waktu dekat.

Aliansi Masyarakat Kaltim Cinta NKRI Gelar Aksi Tolak Deklarasi #2019GantiPresiden
Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kaltim Cinta NKRI menggelar aksi damai di depan Mapolresta Samarinda, Senin (11/9/2018). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kaltim Cinta NKRI menggelar aksi damai di depan Mapolresta Samarinda, jalan Slamet Riyadi, Senin (11/9/2018) .

Selain membentangkan spanduk, massa aksi juga menggelar orasi terkait dengan penolakan rencana deklarasi #2019GantiPresiden yang akan dilakukan di Samarinda dalam waktu dekat.

Massa menilai, dengan adanya deklarasi tersebut, dapat menganggu kondusifitas Kaltim, khususnya Samarinda.

Terlebih, deklarasi itu dinilai syarat melahirkan ujaran kebencian, dan berimbas terhadap kondusifitas suatu daerah menjadi tidak aman dan terjadi kegaduhan.

Baca: Mau Berangkat Kuliah, Mahasiswa Baru Universitas Mulawarman Tewas Kecelakaan

"Kami menolak adanya deklarasi #2019GantiPresiden, karena dapat menganggu keamanan di Kaltim, karena Kaltim ini sudah kondusif," ucap massa aksi dalam orasinya, Senin (11/9/2018).

Bahkan, pihaknya juga meminta kepada kepolisian agar tidak memberikan izin terhadap deklarasi yang rencananya dilakukan di komplek stadion Madya Sempaja.

"Deklarasi tersebut malah melahirkan kebencian, dan juga mendapatkan penolakan dari masyarakat disejumlah daerah. Jadi, kami minta kepada Kapolres untuk tidak memberikan izin dalam bentuk apapun," tegas Koorlap aksi, Tamrin.

Baca: Kunjungan ke Korea Selatan dan Vietnam, Jokowi Khusus Perkuat Kerja Sama Ekonomi

"Kalau mau kampanye, silahkan saja, tapi kan ada waktunya. Biarkan Kaltim ini tetap damai, terus kondusif, dengan indahnya keberagaman pilihan politiknya," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto menjelaskan, surat pemberitahuan ke pihak kepolisian terkait dengan deklarasi tersebut sudah masuk ke pihaknya, namun pihaknya masih mempelajari dan mempertimbangkan pelaksaan deklarasi tersebut.

"Sudah masuk, kita sedang pertimbangkan, dan kita terus pantau perkembangannya," ucapnya.

Dia menjelaskan, terdapat sedikitnya 10 ormas yang akan menggelar deklarasi tersebut, yang direncanakan akan hadir pula Madani Ali Sera.

Baca: Kepala Rutan Tanjung Redeb Punya Pejabat Baru, Ini Sosoknya

"Kita masih dalami lagi, dari pengamatan kami ini bukan dari partai politik, tapi dari masyarakat," terangnya.

Aksi diakhiri dengan penyerahan pernyataan sikap dari massa aksi kepada Kapolresta Samarinda. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved