Bagaimana Pilot Istirahat dalam Penerbangan Panjang, Begini Penjelasan Vice President Garuda

Bagaimana cara pilot beristirahat saat penerbangan panjang, beginil penjelasan Vice President Garuda Indonesia Training Centre.

KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA
Suasana fasilitas latihan simulator, untuk melatih kabin kru dan pilot teknik pelayanan, penampilan, komunikasi, keamanan, dan pengamanan di Garuda Indonesia Training Centre, Duri, Jakarta Barat, Senin (10/9/2018). 

TRBUNKATIM.CO, JAKARTA-- Memiliki belasan jam penerbangan dalam sehari tentunya sangat melelahkan bagi pilot dan co pilot. Jika Anda seorang penumpang dalam penerbangan, tentu bisa dengan mudah beristirahat dengan memejamkan mata.

Namun bagaimana dengan pilot, apakah harus selalu siaga dengan kemudinya selama berjam-jam? Kapten Martinus Kadayu, Vice President Garuda Indonesia Training Centre mengatakan dalam penerbangan Jakarta-Tokyo yang memakan waktu 8,5 jam, pilot dapat bekerja total 14 jam untuk perjalanan tersebut.

Mulai dari persiapan pemberangkata hingga mengurus hal-hal pasca pendaratan.

pilot dalam kokpit pesawat
pilot dalam kokpit pesawat (Rathke)

"Jadi memang harus di-manage istirahatnya, jangan sampai kita mau landing malah udah kelelahan duluan," tutur Martin saat KompasTravel berkunjung ke Garuda Indonesia Training Centre (GATC) di Duri, Jakarta Barat, Senin (10/9/2018).

Suasana fasilitas latihan simulator, untuk melatih kabin kru dan pilot teknik pelayanan, penampilan, komunikasi, keamanan, dan pengamanan di Garuda Indonesia Training Centre, Duri, Jakarta Barat, Senin (10/9/2018).

Martin mengatakan kini pesawat-pesawat baru jarak jauh maupun jarak pendek sudah menggunakan auto mission, atau pengendali otomatis setelah lepas landas.

Saat itulah pilot bisa memanfaatkan waktu untuk beristirahat. Uniknya ternyata pilot hanya memegang kendali kurang dari lima menit dalam satu lepas landas.

Selebihnya langsung diserahkan pada komputer yang sudah terprogram untuk rute tersebut.

"Jadi misal kita berangkat dari Jakarta ke Tokyo 8 jam 30 menit, kita hanya pegang manual, tidak lebih dari lima menit itu kendali, kurang malah," tutur kapten senior itu.

Suasana fasilitas latihan simulator, untuk melatih kabin kru dan pilot teknik pelayanan, penampilan, komunikasi, keamanan, dan pengamanan di Garuda Indonesia Training Centre, Duri, Jakarta Barat, Senin (10/9/2018).
Suasana fasilitas latihan simulator, untuk melatih kabin kru dan pilot teknik pelayanan, penampilan, komunikasi, keamanan, dan pengamanan di Garuda Indonesia Training Centre, Duri, Jakarta Barat, Senin (10/9/2018). (KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)

Meski begitu sang pilot tetap harus memonitor dari layar, apakah pesawat berjalan sesuai dengan program yang dirancangnya. Sehingga ketika terjadi ketidaksesuaian, peringatan pun muncul dan harus segera ditangani pilot.

Halaman
12
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved