Dianggap Keramat, Ada Larangan Menikah di Bulan Suro Bagi Sebagian Masyarakat Jawa

Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro atau bulan Muharram dianggap sebagai bulan yang keramat.

Dianggap Keramat, Ada Larangan Menikah di Bulan Suro Bagi Sebagian Masyarakat Jawa
istimewa/indonesia-zaman-doeloe.blogspot.com
Pernikahan adat Jawa kuno - Dianggap Keramat, Ada Larangan Menikah di Bulan Suro Bagi Orang Suku Jawa, Ini Alasannya 

Melihat Batara Kala yang suka memakan nasib (baik) manusia, masyarakat Jawa tidak menyelenggarakan hajatan di bulan Suro.

Jika melanggar, dikhawatirkan nasib buruk akan datang.

Menurut Han Gagas, hajatan yang dilarang diselenggarakan di bulan Suro tak hanya pernikahan.

Namun juga hajatan lain seperti pendirian rumah, sunatan, pindah rumah dan lainnya.

Meski larangan menggelar pernikahan di bulan Suro dimaksudkan untuk menghindari nasib buruk, itu tidak berarti resepsi pernikahan di bulan ini juga dilarang.

Han Gagas mengatakan, "Jika ijab kabul dilaksanakan sebelum bulan Suro lalu mengadakan resepsi pada bulan Suro, itu masih bisa dilakukan."

Selain kepercayaan Hindu di atas, ada alasan lain di balik pantangan menikah di bulan Suro.

"Budaya Suro bisa dianggap bulan spiritual sehingga waktunya untuk ibadah dan membersihkan dari sifat, sikap, watak nafsu angkara, aluamah, sufiyah, mutmainah, dan bisa dianggap sebagai bulan rehat dan refleksi renungan."

"Bukan untuk membuat hajat yang berdampak pada pengeluaran keuangan terlalu banyak," jelas Han Gagas.

Artinya, di bulan spiritual ini sebaiknya masyarakat memanfaatkannya untuk lebih memaknai hidup dan tidak mengutamakan keduniawian.

Halaman
1234
Editor: Ayuk Fitri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved