MUI Khawatirkan Keberadaan Usaha Penggilingan Daging di Balikpapan, Ini Alasannya

Kebanyakan para pengelola pun tidak mengetahui jenis daging yang dibawa oleh para konsumennya.

MUI Khawatirkan Keberadaan Usaha Penggilingan Daging di Balikpapan, Ini Alasannya
istimewa
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Balikpapan merasa khawatir dengan keberadaan usaha penggilingan daging yang ada di beberapa tempat, karena dianggap secara teknis belum terjamin kehalalannya.

Demikian diungkapkan, Ketua MUI Balikpapan, Ustadz Sugianto, saat berbincang dengan Tribunkaltim.co melalui sambungan telepon selulernya pada Selasa (11/9/2018) siang.

Dia menegaskan, kondisi di perkotaan Balikpapan banyak yang membuka usaha penggilingan daging.

Ada beberapa tempat tersebar di wilayah Balikpapan namun operasionalnya masih diragukan secara syariat Islam.

Kata dia, mengingat usaha penggilingan daging ini tidak dilakukan secara khusus, semua alat penggilingan dipakai untuk semua jenis daging.

Tentu saja, kata Sugianto, membuat masyarakat muslim yang tidak memakan daging yang diharamkan pasti bertanya-tanya.

"Kan semuanya (mesin penggiling) digabung. Mau daging apa, mau daging ini, mau daging itu. Daging ayam, daging sapi, daging babi, mungkin itu jadi satu alat," tuturnya.

Baca juga:

Tiga Anak Muda Pebisnis Dunia Digital Melejit Masuk Daftar Orang Terkaya di Nusantara

Halaman
123
Penulis: Budi Susilo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved