Warga Sulit Dapatkan BBM di SPBU, Polres Berau Tertibkan Pengetap
Dalam beberapa pekan ini, masyarakat Berau kesulitan mendapat bahan bakar minyak (BBM) baik jenis pertalite, pertamax apalagi premium.
TRIBUNKALTIM.CO - Dalam beberapa pekan ini, masyarakat Berau kesulitan mendapat bahan bakar minyak (BBM) baik jenis pertalite, pertamax apalagi premium.
Memang sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bahan Bakar Umum (SPBU) tetap buka seperti biasa, tapi antrean yang terlalu panjang membuat masyarakat lebih memilih membeli eceran.
"Saya beli pertalite enam liter, untuk mengantar makanan pesanan pelanggan," kata Nining, yang mengisi mobilnya dengan BBM eceran tak jauh dari SPBU.
Baca: Bahaya Angin Selatan, Nelayan Balikpapan Diminta Waspada Melaut
Nining mengeluhkan antrean di SPBU yang menurutnya didominasi oleh para pengetap.
"Memang mereka (pengetap) juga mencari rezeki, tapi kalau setiap hari mereka membanjiri SPBU setiap hari dari berulang-ulang, itu mengganggu juga. Karena mereka yang bikin antrean jadi panjang," imbuhnya.
Masyarakat banyak mengeluhkan pengelola SPBU yang dinilai selalu melayani pengetap.
"Kami harus antre hanya untuk beli BBM 4 liter saja. Seharusnya SPBU mendahulukan masyarakat yang memang membeli untuk keperluan sehari-hari, bukan untuk dijual lagi. Petugas di SPBU itu terlalu akrab dengan pengetap," tuding Ismail, seorang warga yang awalnya hendak membeli BBM namun urung dilakukan karena melihat panjangnya antrean.
Baca: Presiden Jokowi dan Super Junior Bertemu di Seoul, Begini Cara Pose Khas Ala Suju
Melihat antrean yang sangat panjang di sejumlah SPBU, jajaran Polres Berau hari Selasa (11/9/2018) menertibkan para pengetap BBM di seluruh SPBU.
"Informasinya memang ada keterlambatan pengiriman BBM dari Pertamina, sehingga pasokan menipis, ditambah lagi dipadati oleh pengetap. Sehingga anggota kami melakukan penertiban di SPBU, supaya kegiatan masyarakat tidak terganggu," kata Kapolres Berau, Pramuja Sigit Wahono kepada Tribunkaltim.co.
Sigit mengimbau masyarakat, agar tidak melakukan pembelian BBM berulang-ulang dalam satu hari, apalagi sampai memodifikasi tanki BBM agar muat lebih banyak.
"Karena BBM ini kan keperluan orang banyak, pasokannya menipis, distribusinya harus merata," tegasnya.
Baca: Viral Cek Rekening untuk Transaksi Online di CekRekening.id, Ini Penjelasan Konminfo
Para pengetap ini mudah dikenali, mereka biasanya bergerombol dan menggunakan kendaraan dengan jenis yang sama, yakni Suzuki Thunder yang memiliki kapasitas tangki BBM yang lebih besar jika dibanding kendaraan roda dua lainnya.
Di SPBU Rinding, para pengetap ini biasanya berkumpul di tanah lapang, tepat di samping SPBU.
Mereka biasanya menyembunyikan BBM yang baru dikuras dari tangki kendaraan di dalam semak-semak sekitar SPBU.
Sementara para pengetap di Jalan Bujangga, biasanya berkumpul di Gang Tarap yang hanya beberapa meter dari SPBU Bujangga.
Para pengetap ini langsung kocar-kacir saat melihat anggota kepolisian bersenjata lengkap menghampiri mereka.
Para pengetap meninggalkan BBM yang mereka kumpulkan demi menghindari petugas.
Aparat kepolisian pun langsung memboyong puluhan jerigen berisi BBM dan puluhan jerigen lainnya yang masih kosong yang disembunyikan di sekitar rumah warga. Jerigen-jerugen tersebut diamankan di Mapolres Berau.
Warga yang kebetulan mengantre di SPBU pun mengapresiasi penertiban yang dilakukan jajaran Polres Berau.
"Kalau bisa jangan cuma hari ini saja, setiap hari mereka (pengetab) memenuhi antrean di SPBU," kata warga tadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jajaran-polres-berau-menertibkan-para-pengetap-bbm_20180911_133200.jpg)