Terbantu Hujan,Titik Panas di Berau Tak Alami Lonjakan Berarti
titik panas yang terpantau oleh satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, rata-rata hanya lima titik
TRIBUNKALTIM.CO – Meski telah memasuki musim kemarau, namun sebagian wilayah di Kabupaten Berau masih kerap diguyur hujan.
Meski curah hujan rendah, namun kondisi ini cukup melegakan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla).
Pasalnya, dalam beberapa pekan terakhir, titik panas yang terpantau oleh satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, rata-rata hanya lima titik panas per hari.
Baca: Cegah Karhutla, Bupati Berau Sebut Petani Perlu Diedukasi dan Dibantu Buka Lahan
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala BMKG Berau, Tekad Sumardi kepada Tribunkaltm.co, Rabu (12/9/2018).
“Seperti titik panas yang terpantau hari ini hanya lima, itu pun dengan tingkat kepercayaan (bakal menimbulkan karhutla) masih di bawah 70 persen,” ungkapnya.
Lima titik panas yang terpantau diantaranya tiga di Kecamatan Biatan dan dua titik panas di Kecamatan Sambaliung.
“Kita tertolong oleh curah hujan, walopun curah hujannya rendah dan sedang, tetapi ini mampu mengurangi titik panas,” jelasnya.
Rata-rata tingkat kepercayaan titik panas ini masih di bawah 70 persen, hanya ada satu yang tingkat kepercayaannya 77 persen. Sebagai bagian dari Satgas Karhutla, Sumardi mengatakan, BMKG akan terus memantau titik panas ini secara intensif.
Baca: Antisipasi Kabut Asap, Pemkab Berau Bentuk Satgas Karhutla
“Titik panas ini kami pantau setiap hari, datanya terus diperbaharui untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya. Jumlah titik panas, kata Sumardi sangat tergantung pada kondisi cuaca. “Tergantung ada hujan atau tidak. Kalau ada hujan, kemungkinan mudah terbakar akan berkurang,” paparnya.
Dalam beberapa hari kedepan, pihaknya memperkirakan, titik panas tidak akan mengalami lonjakan siginifikan. Pihaknya memperkirakan, dalam beberapa hari kedepan masih akan tetap terjadi hujan.
“Bahkan malam ini kemunkinan akan turun hujan dengan intensitas sedang. Dengan hujan ini , kami harapkan tidak sampai terjadi kebakaran,” imbuhnya.
Baca: Warga Muara Adang Sulit Mendapatkan Air Bersih, BPBD Usulkan Paser Siaga Karhutla,
Data BMKG ini menjadi acuan bagi Satgas Karhutla untuk melakukan pencegahan. Jika tingkat potensi kebakaran hutan dan lahan mencapai lebih dari 80 persen, Satgas Karhutla akan mendatangi lokasi untuk memastikan apa yang dipantau oleh satelit.
Pasalnya, meski tingkat kepercayaan mencapai 90 persen, tidak jarang titik panas yang terdeteksi oleh satelit, hanyalah panas dari pantulan sinar matahari di atas atap rumah warga, aktivitas warga yang membakar sampah, tambang batu bara, maupun industri rumahan yang memanfaatkan suhu tinggi. Meski begitu, Satgas Karhutla tetap turun ke lapangan untuk memastikan tidak ada kebakaran lahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bupati-berau-muharram_20180907_113017.jpg)