Dugaan Korupsi RPU

Tersangka Kasus Dugaan Korupsi RPU Balikpapan Dicekal, Ini Tujuannya

Proses hukum dugaan pidana korupsi Rumah Potong Unggas (RPU) Balikpapan terus bergulir.

Tersangka Kasus Dugaan Korupsi RPU Balikpapan Dicekal, Ini Tujuannya
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Bertahan di tengah guyuran hujan mahasiswa Balikpapan komitmen kawal kasus dugaan korupsi RPU Balikpapan, Kamis (6/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Proses hukum dugaan pidana korupsi Rumah Potong Unggas (RPU) Balikpapan terus bergulir.

Belakangan diketahui, berkas penyidikan yang disusun penyidik Direktorat Kriminal Khusus Subdit Tipidkor sudah dilayangkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

Namun baru-baru ini, berkas penyidikan kepolisian dikembalikan pihak kejaksaan alias dinyatakan P19.

JPU meminta agar penyidik melengkapi berkas penyidikan yang dianggap belum lengkap. Dari informasi yang dihimpun, penyidik diberi waktu 14 hari untuk melengkapi berkas usai dinyatakan P19 oleh JPU.

"Kemarin baru P19. Kami diminta lengkapi dan perbaiki berkas penyidikan," kata Direktur Kriminal Khusus Polda Kaltim, Kombes Pol Yustan Alpiani saat ditemui Tribunkaltim.co, Rabu (12/9/2018).

Geram Ucapan Kris Hatta soal Hubungan Intim dengan Hilda Vitria, Begini Kecaman Sabrina Chairunnisa

Dari informasi yang diperoleh, untuk mempermudah proses melengkapi pemberkasan penyidikan.

Kepada oknum yang telah ditetapkan tersangka oleh polisi, dilarang untuk keluar dari kota Balikpapan. Saat hal itu ditanya, Yustan membenarkan hal tersebut.

"Iya pencekalan kepada yang sudah ditetapkan sebagai tersangka," tuturnya.

Diklaim Efektif Turunkan Berat Badan, Kenali Serba-serbi Puasa Intermiten

Yustan meminta agar publik mempercayakan sepenuhnya kasus ini ditangan kepolisian. Ia berkomitmen untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi yang merugikan negara sampai Rp 11 miliar.

Kendati demikian, pihaknya meminta publik untuk bersabar.

Lantaran penanganan kasus korupsi berbeda dengan pidana lainnya. Diperlukan kehati-hatian, tak bisa cepat.

Laga Keras 2 Babak, Argentina Vs Kolombia Berakhir Tanpa Gol

Apalagi mengingat kasus ini rentan untuk dipolitisir sejumlah pihak. Maklum, suhu politik kian meningkat dari hari ke hari jelang Pemilu 2019. "Pasti kita akan tuntaskan," ujarnya.

Lebih lanjut, dengan adanya supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantu penyidik untuk menuntaskan kasus yang santer jadi bahan pembicaraan warga Balikpapan.

Gibran Komentari Postingan Ratna Sarumpaet yang Mengumpat Johan Budi

Menikahi Kartika Putri, Habib Usman Baca Doa dan Khutbah Sendiri, Ini Tanggapan Wakil Ketua MUI

"KPK sudah supervisi 2 kali ke Polda. Kita juga 2 kali gelar perkara di sana (KPK). Kita pasti berupaya maksimal," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved