Tolak Sekolah Dipindah, Ratusan Orangtua dan Murid SD Berbondong Datang ke Balai Kota

Mama Amel, salah seorang orangtua menuturkan bahwa penolakan pemindahan ini bukan tanpa alasan.

Penulis: Doan E Pardede |
TRIBUN KALTIM / DOAN E PARDEDE
Ratusan murid bersama para orangtua murid SDN 006 SDN Samarinda Ulu ngeluruk ke halaman parkir Balai Kota Samarinda, Rabu (12/9/2018). 

Hampir bisa dipastikan bahwa seluruh anak didik akan belajar berdempet-dempetan di ruangan-ruangan kelas. Rencana penambahan jumlah murid yang akan belajar malam juga membuat orangtua resah.

"Intinya orangtua murid tidak mau sekolah pindah," ujarnya.

Alasan lainnya, menggabungkan pendidikan anak SD dan SMA dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis anak-anak.

"Tolong dengarkan aspirasi kami," ujar Mama Amel

Di tempat terpisah, tepatnya di ruang rapat utama Balaikota Kota Samarinda, juga digelar pertemuan antara perwakilan orangtua murid SDN 006 Samarinda dengan Pemkot Samarinda.

Pemkot Samarinda diwakili Asisten II Setkot Samarinda Burhanuddin, Staf Ahli Wali Kota Samarinda Sucipto Wasis, Kepala Dinas Pendidikan Samarinda Ahmad Hidayat.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji, perwakilan SDN 006 Samarinda Ulu, perwakilan SMA 16 Samarinda, dan para undangan lainnya.

Dalam pertemuan terungkap bahwa rencana pemindahan SMA 16 Samarinda ke SDN 006 Samarinda Ulu ternyata sudah ada sejak tahun 2014 lalu.

Juga terungkap bahwa lahan tempat berdirinya SD 006 Samarinda tersebut adalah milik Pemprov Kaltim.

Satu hal yang juga cukup disesalkan orangtua murid adalah terus dibukanya penerimaan murid baru di SDN 006 Samarinda Ulu.

"Kalau memang sudah sejak tahun 2014, kenapa penerimaan murid baru terus dibuka," ujar Lambena, salah satu perwakilan orangtua.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub dalam kesempatan tersebut meminta agar para orangtua tidak terlalu berlebihan menanggapi rencana pemindahan SMA 16 Samarinda ke SDN 006 Samarinda Ulu.

Bagaimanapun, kata dia, semua anak-anak yang bersekolah di sekolah-sekolah tersebut adalah anak-anak Samarinda atau Kaltim.

Dan tidak menutup kemungkinan, para orangtua yang saat ini berdemo juga akan membutuhkan kehadiran sebuah SMA di wilayah tersebut di kemudian hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved