Minggu, 12 April 2026

VIDEO- Beginilah Wujud 'Ruang Tahanan' sebuah SMK Swasta di Batam

Beginilah ruang penahanan untuk siswa yang melanggar tata didiplin di sebuah sekolah SMK swata di Batam, mirip ruang tahanan.

capture/tribunVideo
Pintu jeruji 'ruang tahanan' yang disediakan oleh pengelola sebuah SMK swasta di Batam. 

TRIBUNKALTIM.CO, BATAM - Mencuatnya kasus RS (17) mengungkapkan ada ruang tahanan di sebuah SMK Swasta di Batam.  Ruang tersebut digunakan untuk menahan siswa yang melakukan pelanggaran.

Tribun-Video.com melansir Kompas.com, Kamis (13/9/2018), ruang tahanan yang digunakan untuk menghukum siswa tersebut bernama "Ruang Konseling: Mental dan Spiritual".

Ruangan tersebut terdiri dari pintu jeruji besi berwarna hitam sehingga menambah kesan 'ruang tahanan'. 

Selain itu, di bagian tengah pintu jeruji besi tersebut terdapat lubang yang biasanya digunakan untuk memberi makan orang yang berada di ruangan tersebut. 

Di ruangan tersebut juga terlihat banyak tumbukan barang. 

VIDEO- Rekaman 'Ruang Tahanan' di sebuah SMK Swasta di Batam

Retno Listyarti, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan menyatakan, ruang tanahan itu kini telah dibongkar dan penyelidikan telah dilakukan.

Menurutnya, ruang tersebut dibangun tak lama usai sekolah beroperasi, yaitu sekitar 5 tahun lalu.

"Udah ada lama. Katanya sudah diadakan cukup lama ya sekolah ini didirikan lima tahun lalu tidak lama kemudian memang ada ruangan ini," kata Retno dilansir dari Tribunnews.com. 

Diberitakan sebelumnya, seorang pembina sekolah berinisial ED diduga melakukan kekerasan terhadap muridnya RS (17).  ED merupakan anggota Polri dan pemilik modal di sekolah tersebut.

RS diduga mengalami kekerasan dan penahanan selama dua malam di ruang tersebut karena diduga mencuri.

Penahanan terhadap RS berakhir saat Dinas Pendidikan dan KPPAD Kepri datang ke sekolah untuk membebaskannya. 

Akibat kejadian itu, RS mengalami trauma karena foto-foto penindakannya terhadap dirinya juga disebarkan di media sosial. (*)

RS juga merasa dipermalukan. 

Simak videonya di atas. (Tribun-Video.com/Vika Widiastuti)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved