Melihat Tradisi Warga Jalan Merdeka Samarinda Setiap 10 Muharram, Membuat Bubur Asyura

Saat ini pembuatan bubur Asyura dibuat dengan beberapa bahan pokok, seperti beras, sayur mayur, serta lauk.

Melihat Tradisi Warga Jalan Merdeka Samarinda Setiap 10 Muharram, Membuat Bubur Asyura
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Sejumlah panitia memasak bubur Asyura dengan rasa khas komposisi makanan berisi 41 sayuran dan lauk daging, ayam serta ikan di pelataran teras Masjid jami Baabul Jannah  jalan Merdeka II Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (19/9/2018) 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Setiap tanggal 10 Muharram setiap tahunnya, masyarakat di Jalan Merdeka, atau disekitar masjid Jami Baabul Jannah menggelar tradisi unik, yakni membuat bubur Asyura.

Membuat bubur Asyura itu telah dilakukan dan digalakkan kembali oleh pengurus masjid sejak 2004 silam.

Padahal tradisi membuat bubur Asyura itu merupakan tradisi turun temurun orang-orang terdahulu, setiap hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram.

"Kembali kita giatkan lagi tradisi ini mulai 2004 hingga saat ini, bubur ini dibuat setiap 10 Muharram, yang dimana pada tanggal ini terjadi sejumlah peristiwa bersejarah umat muslim, salah satunya pada zaman Nabi Nuh," ucap pengurus, sekaligus kaum masjid Jami Baabul Jannah, Muhammad Solihin (44), Kamis (20/9/2018).

Baca juga:

Penerimaan CPNS 2018 - Adik-adik, Ada 878 Formasi CPNS untuk Lulusan SMA di Kemenkumham!

Persib Bandung Vs Persija Jakarta - Umuh Warning Waspada Penyusup, Ini yang Harus Dilakukan

Dede Idol Jatuh Miskin Usai Indonesian Idol, Mengaku Mencuri Demi Biayai Pendidikan Anak

Bergabung Musim Depan, Jorge Lorenzo Siap Bantu Honda Kembangkan Motor Sebagus Ducati

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved