9 Bacaleg Gagal Masuk Daftar Calon Tetap, 709 Caleg Bersaing Duduki Kursi DPRD Kaltim

Setelahnya, parpol diminta untuk setorkan rekening dana kampanye ke KPU Kaltim paling lambat 22 September.

TRIBUN KALTIM/ANJAS PRATAMA
Ketua KPU Kaltim M Taufik 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Anjas Pratama

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sebanyak 9 cakal calon legislatif dipastikan gagal bersaing untuk bisa maju ke kursi DPRD Kaltim.

Hal ini usai adanya daftar pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) KPU Kaltim untuk pemilihan DPRD Kaltim, yang diberikan Ketua KPU Kaltim, M.Taufik kepada Tribun, Jumat (21/9).

Dari jumlah keseluruhan, awalnya ada 718 Daftar Calon Sementara (DCS) yang masuk ke KPU Kaltim untuk dilakukan verifikasi sejak 2 hingga 20 September 2018. Hasilnya, 709 diantaranya lolos, dan hanya tinggalkan 9 orang yang tak masuk dalam DCT.

“Penetapan DCT untuk anggota DPRD Provinsi Kaltim, berdasarkan pleno yang kami lakukan kemarin. Jumlah DCT ini berkurang dari DCS yang awalnya 719. Berarti ada 9 (yang tak lolos),” ucap M. Taufik.

Tak masuknya 9 daftar caleg ini disebutkan sesuai dengan persyaratan serta alur verifikasi DCS ke DCT yang dilakukan oleh KPU Kaltim.

“Faktornya ada bermacam-macam. Ada karena administrasi, ada karena tak sesuai regulasi dan dinyatakan Tak Memenuhi Syarat, dan lainnya,” ucapnya.

Selain itu, ada pula caleg yang gagal masuk DCT dikarenakan factor tanggapan masyarakat.

Disampaikan Taufik, tanggapan masyarakat inilah yang ikut lakukan verifikasi apakah caleg tersebut memenuhi syarat ataupun tidak.

“Misalnya, ada tanggapan masyarakat terkait masih ada caleg yang menjabat sebagai Komisaris BUMN/ BUMD. Atau ada yang masih Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi surat pengundurannya tidak ada. Ini kami klarifikasi ke parpol, atau tempat dimana caleg bekerja (jika ASN). Tanggapan masyarakat ini ada yang berefek pada TMS-nya caleg, tetapi ada juga tanggapan masyarakat yang tak sampai membuat caleg TMS,” katanya.

Caleg yang masuk dalam DCT tersebut, nantinya tidak bisa dilakukan penggantian oleh pihak parpol, terkecuali dalam keadaan khusus, misalnya meninggal dunia/ masuk dalam kasus hukum berkeputusan tetap, yang membuat diperbolehkan caleg mundur untuk diganti.

Selain itu, KPU juga siapkan masa sanggah, jika nantinya ada pihak parpol/ perseorangan yang tidak setuju dengan hasil pengumuman DCT KPU Kaltim tersebut.

“Ya bisa saja (sanggah), kan KPU baru umumkan saja,” ujarnya.

Setelahnya, parpol diminta untuk setorkan rekening dana kampanye ke KPU Kaltim paling lambat 22 September.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved