Jumat, 10 April 2026

Hari Tani Nasional

Aksi Hari Tani Nasional, Ini 6 Tuntutan Mahasiswa Unmul kepada Pemerintah

Mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) yang tergabung dalam Aliansi Garuda Mulawarman menggelar aksi damai di depan kantor Gubernuran Kaltim.

TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Garuda Mulawarman Universitas Mulawarman mendesak pemerintah mengeluarkan data valid terkait ketersediaan pangan serta menyelesaikan konflik Agraria di Kalimantan Timur, di depan Kantor Gubernur Kaltim jalan Gajah Mada Kota Samarinda Kalimantan Timur, Senin (24/9/2018). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) yang tergabung dalam Aliansi Garuda Mulawarman menggelar aksi damai di depan kantor Gubernuran Kaltim, jalan Gajah Mada, Senin (24/9).

Selain mendesak pemerintah menyelesaikan konflik agraria, aksi tersebut juga digelar sebagai peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September setiap tahunnya.

"Katanya hari tani merupakan hari kebahagian, tapi nyatanya tani belum bisa berdiri sendiri, padahal negara kita ini negara agraris, petani menjerit bukan bahagia," ucap Korlap Aksi, M Nurfiqri, Senin (24/9/2018).

The Jakmania Haringga Sirila Tewas Jelang Laga Persib Bandung Vs Persija Jakarta, Ini Kronologinya

Persib Vs Persija, Laga Panas Makan Korban! Ini Daftar Suporter yang Tewas Terkait Rivalitas 2 Klub

Lanjut dia menjelaskan, saat ini pemerintah masih kerap melakukan impor bahan pangan, seperti beras dan garam, padahal dirinya menilai Indonesia mampu memproduksi bahan pangan sendiri.

Hal itu tidak terlepas dari banyaknya lahan pertanian yang tergerus tambang batu bara dan kebun sawit.

Dari data yang ada, awal 2018 Kementrian Perdagangan membuka pintu impor beras sebesar 500 ribu ton.

Bukannya Bugar, Bangun Tidur Kok Malah Pegal? Coba 4 Tips Ini agar Tubuh Terasa Segar

Menurut data Bulog, Indonesia memiliki kemampuan produksi beras mencapai 2,9 juta ton, yang dapat digunakan hingga 3-4 bulan kedepan, namun pemerintah masih bernafsu untuk mengimpor beras.

"Di Kukar dan PPU, beberapa tahun lalu daerah tersebut merupakan lumbung pangan, tapi sekarang nyaris punah karena tambang dan sawit. Hentikan impor, kurangi ketergantungan dengan negara lain, kita mampu apalagi dibidang pangan," ungkapnya.

Geger! Warga Gunung Pasir Balikpapan Ditemukan Tewas di Dalam Kamar

"Dan, jangan ada lagi tindakan kekerasan, maupun akai refresifitas kepada petani dan mahasiswa," tambahnya.

Berikut ini tuntutan mahasiswa di Hari Tani Nasional kepada pemerintah:

1. Mendesak pemerintah mengeluarkan data yang valid terkait ketersediaan pangan dari tingkat regional maupun nasional.
2. Mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan konflik agraria yang ada di Kaltim
3. Mendesak pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing produk lokal pertanian serta meminimalisir impor bahan pangan
4. Mendesak pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar petani di Kaltim

Lakoni Laga Ke-2 Piala Asia U-16, Jadwal Timnas U-16 Indonesia Vs Vietnam Malam Ini

5. Mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah perhutanan sosial yang ada di Kaltim
6. Mendesak pemerintah untuk tidak melakukan kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa dan petani. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved