Prakiraan Cuaca: Kaltim akan Alami Kemunduran Musim Penghujan

Pada 23 September 2018, gerak semu matahari mengakibatkan matahari berada tepat di atas khatulistiwa dan akan terus bergerak ke selatan

Prakiraan Cuaca: Kaltim akan Alami  Kemunduran Musim Penghujan
Ilustrasi - Cuaca cerah berawan 

Beberapa wilayah Indonesia memiliki karakteristik yang sangat unik dibanding yang lain, sehingga dikategorikan sebagai wilayah NonZOM (zona yang tidak jelas perbedaannya antara musim hujan dan musim kemarau.

Di Indonesia secara umum, BMKG memprakirakan bahwa Awal Musim Hujan 2018/2019 di 342 Zona Musim (ZOM) diprakirakan umumnya bulan Oktober 2018 sebanyak 78 ZOM (22.8%), November 2018 sebanyak 147 ZOM (43.0%), dan Desember 2018 sebanyak 85 ZOM (24.9%).

Baca: 12 Alasan Mengapa Perempuan Cantik dan Menarik tapi Tetap Melajang

Sedangkan beberapa daerah lainnya awal Musim Hujan terjadi pada Agustus 2018 sebanyak 12 ZOM (3.5%), September 2018 sebanyak 10 ZOM (2.9%), Maret 2019 sebanyak 5 ZOM (1.5%), April 2019 sebanyak 4 ZOM (1.2%) dan Mei 2019 1 ZOM (0.3%).

Untuk wilayah Kaltim khususnya, awal musim hujan diprakirakan akan mulai terjadi pada awal oktober dan bervariasi hingga akhir November 2018 untuk masing-masing daerah. Wilayah yang diprakirakan akan tiba awal musim hujannya pada awal Oktober (OKT I = dasarian satu Okt = tanggal 1-10 Okt) antara lain sebagian besar wilayah Mahakam Ulu, bagian utara Kutai Kartanegara, Bagian Barat Kutai Timur dan Berau.

Wilayah yang awal musim hujannya diprakirakan tiba pada akhir Oktober (OKT III = dasarian tiga Okt = tanggal 20-31 Okt) antara lain bagian tengah wilayah Berau, Kutai Timur dan Kutai Barat, seluruh wilayah Kota Samarinda, Balikpapan dan Bontang, sebagian besar Penajam Paser Utara (PPU), dan sebagian kecil wilayah Mahakam ulu, Kutai Kartanegara bagian tengah dan barat serta Paser.

Wilayah yang awal musim hujannya diprakirakan tiba pada awal November (NOV I = dasarian satu Nov = tanggal 1-10 Nov) antara lain bagian tengah Kutai Kartanegara, sebagian besar Paser, dan sebagian kecil Penajam, Kutai Barat dan Kutai Timur.

Wilayah yang awal musim hujannya diprakirakan tiba pada akhir November (NOV III = dasarian tiga Nov = tanggal 20-30 Nov) antara lain bagian timur Kutai Timur, dan sebagian kecil Berau dan Kutai Kartanegara. Sedangkan wilayah bagian timur Berau dan Kutai Timur, serta sebagian kecil sebelah barat Mahakam Ulu merupakan daerah Non-ZOM yang tidak jelas perbedaan musim hujan dan Musim kemaraunya.

Baca: Jubir Timses Prabowo-Sandi Bantah Isi Tulisan di skandalsandiaga.com: Itu Hoax dan Fitnah Keji!

Berdasarkan prakiraan di atas, maka sebanyak 70% wilayah Kaltim mengalami awal musim hujan yang lebih lambat (mundur), sedang 30% sisanya sama jika dibandingkan rata-ratanya selama 30 tahun.

Kemunduran ini tentunya bukan tanpa sebab. Harus diketahui bahwa baik fenomena cuaca maupun iklim di Indonesia keduanya tidak terlepas dari fenomena serupa ataupun gangguan yang terjadi di belahan bumi lain.

Berdasarkan data dari BMKG dan instansi pemerintahan dari negara lain seperti NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration USA) serta BOM (Bureau of Meteorology – Australia) memprakirakan bahwa terdapat kecenderungan sebesar 70% kondisi atmofer akan mengarah ke fenomena ElNino lemah di akhir tahun 2018.

Halaman
123
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved