Jabat Ketua PusKUD Kaltim, Pahlevi Pangerang Segera Lakukan Identifikasi KUD

Pusat Koperasi Unit Desa (KUD) Provinsi Kaltim di bawah kepemimpinan H. MA Pahlevi Pangerang menggelar syukuran

Jabat Ketua PusKUD Kaltim, Pahlevi Pangerang Segera Lakukan Identifikasi KUD
IST
Pengurus PusKUD Kaltim di bawah kepemimpinan Pahlevi Pangerang. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pusat Koperasi Unit Desa (KUD) Provinsi Kaltim di bawah kepemimpinan H. MA Pahlevi Pangerang menggelar syukuran bertempat di kantor PusKUD, Jl MT Haryono, Samarinda, Kamis (27/9).

Dalam sambutannya Ketua PusKUD Kaltim Pahlevi Pangerang mengajak swasta, pemerintah dan koperasi bersinergis. Dikemukakan, banyak yang ingin berusaha tapi tak memiliki tempat usaha.

"Konsep koperasi adalah jaringan. Konglomerasi rakyat sebenarnya terjadi dalam koperasi sayang jika kita tidak melanjutkan," ujarnya.

Target kerja awal setelah terpilih melakukan pembenahan organisasi. Analisa SWOT perlu agar kita memahami apa saja yang menjadi peluang usaha di Kaltim. Semangat membangun koperasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kaltim, PusKUD Kaltim.

Baca: Pemerintah Indonesia Melalui PT Inalum Kuasai 51 Persen Saham PT Freeport Indonesia

Dalam formasi kepengurusan PusKUD periode 2018-2023, berisikan lima pengurus inti, yakni Ketua, Ketua Bidang Usaha Muhammad Junaid, Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Jumri, Sekretaris Hen Wing, dan Bendahara Riduan Nor

"Kepengurusan kami harus ganjil. Hal itu agar mempermudah kami dalam pengambilan suara," kata Pahlevi Pangerang saat ditemui usai melaksanakan rangkaian kegiatan doa bersama, kemarin.

Politisi Golkar ini mengungkapkan, PusKUD vakum selama tiga sejak wafat ketua umum sebelumnya, almarhum Syahruddin. Dia melihat, PusKUD di Kaltim ini harus kembali diaktifkan, sehingga bisa menjadi basis pengembangan koperasi di Benua Etam.

Baca: Cukup Hasil Imbang Lawan India, Jalan Timnas U-16 Indonesia Raih Tiket Piala Dunia Terbuka Lebar

Dia menambahkan, dalam waktu yang dekat, pengurus akan melakukan identifikasi KUD yang masih aktif atau tidak. Selain itu, pihaknya juga akan melihat usaha apa saja yang dilakukan koperasi tersebut.

"Tugas utama kami nanti akan melakukan identifikasi keaktifan KUD yang ada. Juga usaha apa yang saat ini mereka lakukan untuk mensejahterahakan anggotanya," bebernya.

Banyak masyarakat yang salah mengartikan kapasitas koperasi di sekitar mereka. Mayoritas mereka berfikiran bahwa koperasi merupakan instansi sosial. "Koperasi merupakan badan usaha, bukan instansi sosial. Tidak hanya mereka, anggota kami pun terkadang salah persepsi mengenai organisasi ini," cetusnya.

Baca: Kontingen Samarinda dan Balikpapan Dominasi Basket Popprov

Pahlevi berharap, dalam periode kepengurusannya, dirinya bersama pengurus yang lain terus konsisiten untuk memajukan koperasi di Kaltim. Peran koperasi sangat penting untuk mendongkrak perekonomian masyarakat dengan menerapkan system gotong royong. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved