Kaltim Miliki Potensi Wisata Tapi Wisatawan Enggan Datang, Ini Penyebabnya

Potensi wisata di Kaltim dinilai sudah sangat bagus, numun masih terdapat sejumlah kendala yang membuat wisatawan berpikir lebih untuk datang

Kaltim Miliki Potensi Wisata Tapi Wisatawan Enggan Datang, Ini Penyebabnya
Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Dinas Pariwisata Kaltim menggelar pelatihan pramuwisata lokal (Lokal Guide) di ballroom hotel Harris, Samarinda, Kamis (27/9/2018). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Potensi wisata di Kaltim dinilai sudah sangat bagus, numun masih terdapat sejumlah kendala yang membuat wisatawan berpikir lebih untuk datang ke Kaltim.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian Usaha Jasa Pariwisata, Dinas Pariwisata Kaltim, Srie Iriana disela pelatihan pramuwisata lokal (lokal guide) di ballroom hotel Harris Samarinda, Kamis (27/9).

Dia menilai, potensi wisata di Kaltim sudah bagus, yang tersebar di 10 Kabupaten dan Kota di Kaltim, namun masih terkendala sarana dan prasarana.

"Sudah cukup bagus, tapi terbatas sarana prasarana untuk menuju lokasi wisata, tidak sama dengan Jawa maupun di Bali," ucapnya, Kamis (27/9/2018).

Baca: Balikpapan Diharapkan Jadi New Bali, Wakil Ketua Komisi X Minta SDM Pariwisata Ditingkatkan

Selain itu, biaya untuk berwisata di Kaltim dinilainya juga cukup tinggi, seperti ke obyek wisata Derawan, Berau, walaupun telah ada penerbangan langsung ke Maratua, namun jadwal penerbangan tidak tersedia setiap hari.

"Costnya lumayan tinggi, mau ke Derawan harus siapkan dana yang cukup tinggi," terangnya.

Lanjut dia menjelaskan, guna mengembangkan pariwisata di Kaltim, terdapat tiga A yang harus tersedia di obyek wisata, yakni Aksebilitas, Amenitas dan Atraksi.

Ketiganya pun saling terkait satu sama lain, sebagai pendukung pengembangan wisata.

Aksebilitas berkaitan dengan akses menuju lokasi wisata, sedangkan Amenitas yakni sarana pendukung, seperti toilet, tempat ibadah, serta sarana penyedia kebutuhan wisatawan.

Dan, Atraksi berkaitan dengan pertunjukan yang ada di lokasi wisata, selain keindahan suatu obyek wisata.

"Bagaimana mau ke lokasi wisata kalau aksesnya susah, sebenarnya akses ini yang jadi kendala kedatangan wisatawan," ucapnya.

Baca: Usai Direvitalisasi, Citra Niaga Bakal Jadi Ikon Wisata Baru di Samarinda

"Faktor pendukung di lokasi wisata juga harus tersedia, termasuk pertunjukan, yang ingin ditampilkan, ini kendala-kendalanya selama ini," jelasnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved