Breaking News:

Konsumsi 12,62 Miliar Bungkus Mie Instan, Indonesia Nomor 2 Pengunsumsi Tertinggi Dunia

10 dari 15 negara dalam daftar teratas yang dikeluarkan WINA konsumsi tinggi mi instan ini berasal dari negara-negara di Asia

Editor: Achmad Bintoro
Alodokter
Ilustrasi mie instan 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA — Pertama kali muncul tahun 1958, kelahiran mi instan di Jepang hanya berselang 10 tahun sejak kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.

"Chicken Ramen" merupakan mi instan pertama di dunia. Ciptaan Momofuku Ando ini dinilai sebagai produk mindblowon alias yang mengubah pola pikir konsumsi masyarakat tentang mi.

Mi yang biasanya harus dimasak dan dibuat dalam waktu lama dan tak bisa awet, lewat tangan Ando disulap jadi instan.

Mi instan dibuat dengan mengeringkan mi yang dikukus dan dibumbui dalam minyak panas.

Nissin menjadi penggerak produksi mi instan pertama saat itu, yang telah memproduksi massal mi instan dengan menetapkan seluruh proses metode manufaktur industri: pembuatan mi, mengukus, bumbu, dan dehidrasi dalam minyak panas.

Produk yang siap untuk dimakan hanya dalam dua menit dengan menambahkan air mendidih dijuluki "ramen ajaib," dan menjadi sensasi populer instan.

Di Indonesia pun tak kalah dengan dengan negeri Sakura. Tahun 1968 jadi kelahiran pertama mi instan di tanah air lewat merek "Supermie".

Sejak saat itu perkembangan mi instan di nusantara semakin menggeliat. Dari yang hanya goreng, hingga goreng-rebus bahkan meniru rasa makanan-makanan khas setiap daerah.

Makanan cepat saji yang lekat citranya dengan "anak kost" ini tidak hanya bisa dinikmati di warung kaki lima pinggir jalan atau tempat-tempat ngopi di dekat pasar.

Keberadaanya saat ini bahkan sudah merangsek ke berbagai kafe khas anak gaul Ibu Kota buat dijadikan tempat kongko. Seolah menepis anggapan bahwa mi instan hanya dinikmati kaum-kaum menengah ke bawah saja.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved