Gempa Donggala

Dua Kali Rasakan Getaran, Tamu Hotel di Kota Balikpapan Berlarian

Namun tanpa terkecuali, petugas keamanan beserta staf hotel mengevakuasi seluruh tamu.

TRIBUN KALTIM / ADITYA RAHMAN HAFIDZ
Warga Rusunawa Siaga yang berhamburan keluar setelah merasakan guncangan gempa di kawasan Rusunawa Siaga, Damai, Balikpapan, Jumat (28/9/2018) 

Baca juga:

Mantan Panglima TNI: Generasi Milenial Harus Tonton Film Gerakan 30 September

Penerimaan CPNS 2018 - Pastikan Seleksi Bersih dari KKN, 4 Institusi Nasional Teken MoU

Jarang Diturunkan Pelatih Liverpool, Begini Sikap Simon Mignolet

Kominfo Blokir 450 Link yang Sebarkan Foto dan Video Pengeroyokan Haringga Sirla

Penjelasan BMKG Balikpapan

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan Mudjianto mengatakan Balikpapan hanya merasakan 2-3 MMI, itu mode berjalan. Contohnya seperti digedung bergetar.

Di Balikpapan,  lanjut Mugi, jauh dari pusat gempa, dampaknya tidak cukup besar, artinya tidak terlalu berdampak, karena hubungan Balikpapan dengan Donggala jauh sekali.

"Balikpapan kategori aman, namun tetap waspada," kata Mugi saat dihubungi Tribun Kaltim.

Menurutnya, seluruh wilayah Indonesia tidak aman untuk gempa. Jadi tetap waspada, hanya Allah yang tau apa akan terjadi.

"Kota terdekat yang ikut merasakan Gempa, termasuk di Makasar. Terutama kota yang jaraknya paling dekat. Kalau Balikpapan hanya tingkat merasakan getaran," ucap Mugi.

Mugi mengatakan, gempa susulan terus ada, tapi tidak berpotensi Tsunami. Gempa susulan terjadi diwilayah yang dekat dengan episentrum (pusat gempa).

"Kalau di episentrumnya bisa lebih seminggu, yang jelas kalau sudah merupakan pusat gempa pasti akan merasakan gempa kecil (susulan), karena untuk merasakan keseimbangan bumi harus mengeluarkan energi kecil tersebut," jelas Mugi. (dha)

Tamu Dievakuasi Dua Jam

Gempa bumi yang terjadi di Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) ternyata terasa juga hingga ke kota minyak, Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur.

Hal ini dirasakan, satu diantaranya di wilayah Balikpapan Selatan terutama mereka yang menghuni di gedung bertingkat seperti di antaranya Hotel Grand Tjokro Balikpapan yang berada di bilangan Jalan Marsma R. Iswahyudi, Sepinggan.

Getaran gempa yang mengoyang kawasan Kota Balikpapan dirasakan sekitar pukul 17.00 Wita.

Saat ditemui Tribunkaltim.co, Abdul, penjaga Hotel Grand Tjokro Balikpapan, ungkapkan, sampai sejauh ini kondisi gempa tidak berefek memberikan kerusakan pada gedung hotel.

Kata Abdul, semua para tamu dan karyawan hotel pun selamat dari ancaman gempa bumi yang ternyata sumbernya ada di daerah Donggala Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

"Tadi itu (gempa) terasa di lobby hotel sampai di lantai atas. Kami seluruh karyawan dan beberapa tamu dievakuasi ke master point yang berada di bagian beranda depan hotel," ungkapnya.

Dia ungkapan, proses evakuasi berlangsung selama 2 jam, terhitung sejak dimulai dirasakannya getaran gempa bumi.

"Kami evakuasi sampai sekitar jam setengah delapan malam. Tamu dan karyawan diperbolehkan untuk masuk ke dalam hotel, ke beberapa lantai atas.  Alhamdulillah, tidak ada korban masih aman terkendali saja," ujar Abdul. (*)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved