Rusia Mulai Mengirim Sistem Persenjataan S-300 ke Suriah untuk Hadapi Israel

Rusia telah memulai proses pengiriman sistem rudal S-300 ke Suriah pasca-insiden yang melibatkan pesawat intai mereka.

Rusia Mulai Mengirim Sistem Persenjataan S-300 ke Suriah untuk Hadapi Israel
Hürriyet Daily News
Inilah sistem persenjataan rudal anti pesawat udara S-300 yang akan diinstall di Suriah untuk menghadapi serangan Israel. 

TRIBUNKALTIM.CO, NEW YORK-- Rusia telah memulai proses pengiriman sistem rudal S-300 ke Suriah pasca-insiden yang melibatkan pesawat intai mereka.

Pernyataan itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dalam konferensi pers di markas besar PBB New York, seperti dikutip Al Jazeera Sabtu (29/9/2018).

"Seusai instruksi Presiden (Vladimir) Putin, kami melaksanakan langkah untuk memastikan keamanan seluruh pasukan kami," ujar Lavrov.

Langkah tersebut mendapat reaksi kontra dari Amerika Serikat (AS) serta Israel yang menyebut keputusan Moskwa sebagai kesalahan besar.

Inilah sistem persenjataan rudal anti pesawat udara S-300 yang akan diinstall di Suriah untuk menghadapi serangan Israel.
Inilah sistem persenjataan rudal anti pesawat udara S-300 yang akan diinstall di Suriah untuk menghadapi serangan Israel. (Hürriyet Daily News)

Penasihat Keamanan Nasional John Bolton berkata tindakan Rusia mengirim sistem pertahanan itu bisa mengeskalasi ketegangan.

"Saya berharap pemerintah Rusia, jika laporan ini akurat, bersedia mempertimbangkan kembali rencana tersebut," tutur Bolton.

Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam keterangan tertulis berujar, mengirim senjata itu bisa meningkatkan bahaya di Timur Tengah.

Adapun Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem Jumat (28/9/2018) mengapresiasi keputusan Negeri "Beruang Merah" tersebut.

"Kami berharap keberadaan sistem pertahanan itu bakal menutup segala upaya serangan yang coba dilakukan pesawat Israel," terang Muallem.

Sebelumnya, pesawat Ilyushin Il-20 berisi 15 personel militer dilaporkan hilang dari radar Senin (17/9/2018) malam waktu setempat ketika hendak pulang ke Pangkalan Udara Khmeimim.

Uji coba rudal anti pesawat S-300 buatan Rusia.
Uji coba rudal anti pesawat S-300 buatan Rusia. (businessinsider.sg)

Pesawat tersebut ditembak bersamaan dengan serangan yang dilakukan jet tempur F-16 Israel ke Provinsi Latakia untuk menghambat pasokan senjata Iran ke Hezbollah.

Dari laporan pejabat Amerika Serikat (AS), pesawat Il-20 itu tak sengaja ditembak S-200 jet F-16 Israel dituding telah menjadikannya sebagai tameng.

Moskwa maupun Damaskus sama-sama menyalahkan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab. Adapun Putin menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Lanjutkan membaca artikel di bawah Video Pilihan Rusia Tembak Jatuh 2 Pesawat Tanpa Awak Pemberontak Dalam percakapan keduanya, Putin mengatakan jatuhnya Il-20 merupakan sebuah insiden. Namun dia meminta Netanyahu agar tak lagi melaksanakan serangan udara ke Suriah.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusia Mulai Proses Pengiriman Sistem Rudal S-300 ke Suriah", https://internasional.kompas.com/read/2018/09/29/15524211/rusia-mulai-proses-pengiriman-sistem-rudal-s-300-ke-suriah.
Penulis : Ardi Priyatno Utomo
Editor : Ardi Priyatno Utomo

Editor: Priyo Suwarno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved