Gempa dan Tsunami Sulteng

Bertambah Jadi 26 Negara dan 2 Organisasi Internasional Tawarkan Batuan ke Sulteng

Betambah jadi 26 negara dan 2 organisasi internasional tawarkan bantuan menangani korban gempa-tsunami Sulteng.

Bertambah Jadi 26 Negara dan 2 Organisasi Internasional Tawarkan Batuan ke Sulteng
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Dampak kerusakan akibat gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018), di Kampung Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Kapal Sabuk Nusantara 39 sampai terdampar ke daratan. 

TRIBUNKALTIM.CO,  JAKARTA-- Sebanyak 26 negara dan 2 organisasi internasional menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk penanganan gempa dan tsunami yang terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.

Jumlah tersebut meningkat dari data yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

Wiranto sebelumnya menyebut ada 18 negara yang bersedia memberikan bantuan kepada Indonesia hingga Senin (1/10/2018).

"Sudah ada 26 negara dan 2 organisasi internasional yang menawarkan bantuan. Bantuan harus diserahkan secara tertulis ke pemerintah Indonesia," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (2/10/2018).

Dampak kerusakan akibat gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018), di Kampung Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Kapal Sabuk Nusantara 39 sampai terdampar ke daratan.
Dampak kerusakan akibat gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018), di Kampung Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Kapal Sabuk Nusantara 39 sampai terdampar ke daratan. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Menurut Sutopo, bantuan yang diberikan harus bersifat self supporting, supaya tidak membebani Indonesia.

"Semua bantuan harus self supporting dan sebisa mungkin tak membebani pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah," ujar dia.

Sutopo menambahkan, bantuan internasional yang paling dibutuhkan berupa pesawat angkut.

Sebab, pesawat angkut penting untuk mengangkut personel tim SAR gabungan dan bantuan.

"Air transportaiton jadi prioritas dari semua bentuk bantuan. Kita ada Hercules C-130, mampu mengangkut personel dan bantuan dalam jumlah besar," terang Sutopo.

Warga dibantu petugas mencari korban gempa bumi Palu di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal.
Warga dibantu petugas mencari korban gempa bumi Palu di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 1.234  orang meninggal. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan wilayah sekitarnya menimbulkan korban jiwa dan sejumlah kerusakan.

Menurut data yang dirilis BNPB, hingga Selasapukul 13.00 WIB, tercatat 1.234 orang meninggal dunia.

Selain itu, sebanyak 799 orang mengalami luka berat, 99 orang dilaporkan hilang, dan 65.773 unit rumah rusak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "26 Negara dan 2 Organisasi Internasional Tawarkan Bantuan Atasi Bencana di Sulteng", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/02/15522811/26-negara-dan-2-organisasi-internasional-tawarkan-bantuan-atasi-bencana-di.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Sandro Gatra

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved