Gempa dan Tsunami Sulteng
Dapat Dispensasi Kuliah, Mahasiswa Pecinta Alam Asal Samarinda Bergabung dengan Tim SAR di Sulteng
Terdapat delapan mahasiswa pecinta alam yang berangkat guna turut serta dan bergabung dengan tim SAR lainnya.
Penulis: Christoper Desmawangga |
Dapat Dispensasi Kuliah, Mahasiswa Pecinta Alam Asal Samarinda Bergabung dengan Tim SAR di Sulteng
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sejumlah bantuan terus mengalir untuk korban gempa tsunami di Donggala - Palu, Sulawesi Tengah.
Tidak hanya bantuan berupa kebutuhan pokok, berupa logistik, namun juga bantuan tenaga untuk melakukan pencarian korban yang selamat maupun tidak selamat, termasuk bantuan kesehatan.
Setelah sejumlah relawan dari Samarinda telah berangkat ke lokasi bencana, kali ini menyusul mahasiswa pecinta alam yang berangkat menuju Palu.
Terdapat delapan mahasiswa pecinta alam yang berangkat guna turut serta dan bergabung dengan tim SAR lainnya.
Di antaranya lima mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Imapa) Universitas Mulawarman (Unmul), yakni Mashuri, Rudi Mukaramsyah, Siti Fatimah, Hajril, dan Alfarobi Nurkarim Enta.
Baca juga:
Diego Maradona Minta Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina
Atlet Paralayang Petra Mandagi Ditemukan Tewas; Terungkap dari Nama Sang Istri di Cincinnya
Dilantik Jokowi, Isran Noor Siap Wujudkan 8 Elemen yang Disampaikan saat Kampanye
Pemain Borneo FC Ungkap Kunci Timnya Keluar dari Masa Sulit
Sedangkan tiga mahasiswa lainnya, berasal dari Gerakan Mahasiswa Pecinta Alam (Gempa) Institut Agama Islam Negeri (IAIN), yakni Binar Bayu Pratama, Iwan Jauhari dan Hadyan.
Delapan mahasiswa tersebut berangkat sejak Senin (1/10/2018) malam menuju Balikpapan, dan melanjutkan perjalanan dengan jalur laut melalui Pelabuhan Semayang, Balikpapan menuju Palu, pada Selasa (2/10) dini hari.
"Dari kampus mendukung, bahkan kita dapat dispensasi perkuliahan dari rektorat," ucap Kepala Unit SAR Imapa Unmul, Mashuri, Selasa (2/10/2018).
Sejumlah perlengkapan dari Samarinda pun dibawa untuk menunjang aktivitas selama berada di Palu dan sekitarnya, mulai dari kelengkapan keamanan hingga alat kesehatan.
Mahasiswa yang berangkat ke lokasi bencana pun memiliki sejumlah keahlian dibidang SAR, mulai dari water rescue, hingga di bidang kesehatan.
"Kita sudah beberapa kali turut serta dalam proses SAR di lokasi bencana, dan teman-teman yang berangkat juga sudah siap dan paham terkait dengan proses SAR," terangnya.
Nantinya, mahasiswa tersebut akan bertugas hingga tanggal 7 Oktober 2018.
"Rencananya sampai 7 Oktober, nanti lihat kondisi saja. Sampai di sana tentunya kita akan bergabung dengan tim SAR lainnya. Kita juga koordinasi dengan teman-teman Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) di sana," tutupnya. (*)