Punya Riwayat Inveksi Rubella, Seorang Bidan di Balikpapan Tiga Kali Keguguran

Hampir setahun mengarungi mahligai rumah tangga, Nella -- bukan nama sebenarnya, yang berprofesi sebagai bidan mendapat kabar gembira.

Punya Riwayat Inveksi Rubella, Seorang Bidan di Balikpapan Tiga Kali Keguguran
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Kinanti Engelika (2,5) masih terbaring di tempat tidur ruang ICU RSUD dr Slamet, Garu. Bocah malang itu mengalami kelumpuhan tak lama setelah mendapat imunisasi Measles Rubella (MR). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Hampir setahun mengarungi mahligai rumah tangga, Nella -- bukan nama sebenarnya, yang berprofesi sebagai bidan mendapat kabar gembira. Rahimnya mulai berisi calon buah hati.

Sayang, kegembiraan itu hanya berlangsung 12 minggu, janin yang ia kandung dinyatakan meninggal dalam kandungan. Hasil diagnosa dokter menyebutkan, meninggalnya janin dalam kandungan Nella diakibatkan ada riwayat infeksi virus Rubella di masa lampau.

Hasil ini diperoleh dari tes Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan (TORCH). Dari hasil uji laboratorium itu, kadar virus Rubella masa lampau dalam tubuhnya tergolong tinggi, sehingga mengganggu pertumbuhan janin pada trisemter pertama usia kehamilan.

Baca: BERLANGSUNG Live Streaming tvOne, Jumpa Pers Prabowo Subianto Terkait Ratna Sarumpaet

Ditengarai, paparan virus itu berasal dari kotoran kucing peliharaannya saat Nella masih kuliah. Kotoran yang terinfeksi itu, terbawa oleh angina, dan menginfeksi tubuhnya.

"Dia (Rubella) gerogoti bakal janin. Rubella membuat pertumbuhan janin tidak bagus, nutrisi dari ibu, tak sampai ke janin. Kalaupun bertahan endingnya cacat, asupan nutrisi ga bisa full, sistem pembentukan organ tubuh ga terbentuk baik," kata Nella menirukan penjelasan dokter usai keguguran pada 2004 lalu.

Setelah rahimnya dibersihkan dengan metode kuret, dokter memintanya ikut program minum obat anti virus dan menjauhi makanan yang dibakar dengan arang, sayuran mentah, dan telur setengah matang. Itu dilakoninya demi mengurangi virus dalam tubuhnya. Hingga, kabar gembira muncul, pada 2005, Nella kembali dinyatakan hamil.

Baca: Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Tiba di Tarakan, Pemkot Siapkan 4 Lokasi Penampungan

Kegemberiaan beberapa minggu masa kehamilan, kembali disambung duka, janin dalam kandunganya dinyatakan tak berkembang dengan baik. Sebabnya sama, karena Rubella efek pernah terpapar Rubella di masa lampau yang belum pulih.

"Efeknya luar biasa, saya sempat keguguran tiga kali, yakni tahun 2005, 2006, 2007. Hampir tiap tahun berturut-turut janin saya tidak berkembang," kenang perempuan yang kala itu sempat menjadi bidan di salah satu rumah sakit swasta di Balikpapan, Rabu (3/10).

Tiga kali keguguran, tiga kali pula rahimnya dibersihkan dengan cara kuret. Biayanya tak sedikit, waktu itu sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta sekali tindakan. Untungnya ditanggung rumah sakit tempat ia bekerja. Biaya segitu tak seberapa dibandingkan hancurnya perasaan seorang calon ibu yang tiga kali kehilangan calon buah hati.

Baca: VIDEO - Korban Bencana Palu di Balikpapan Naik Hercules, Diterbangkan ke Surabaya

"Sama seperti ibu lain, sedih sekali. Apalagi saya bidan, kok bisa saya begini, sementara ibu lain tidak begini, apalagi tiap hari saya menangani ibu hamil," ujarnya.

Perlahan Nella bangkit dari trauma, rekan dokter, pasangan dan keluarga berhasil menumbuhkan semangatnya untuk bebas dari belenggu virus. Ikhtiar tidak mengonsumsi makanan pantangan dan terapi obat anti virus ia jalani ketat selama beberapa bulan. (*)

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved