Ratusan Siswa di Balikpapan masih Menolak Divaksin MR, Ternyata Ini Alasannya

Pemkot Balikpapan kembali mencanangkan imunisasi MR di sekolah-sekolah. Awal Oktober ini Pemkot melakukan vaksinasi di SMPN 7

Ratusan Siswa di Balikpapan masih Menolak Divaksin MR, Ternyata Ini Alasannya
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur mencanangkan kampanye Measles Rubella (MR) dengan imunisasi MR massal di seluruh Kecamatan Kutai Timur, mulai hari ini, Rabu (1/8/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan kembali mencanangkan imunisasi MR di sekolah-sekolah. Awal Oktober ini Pemkot melakukan vaksinasi di SMPN 7 Balikpapan. Sayangnya, pelaksanaan vaksin masih saja ditolak sebagaian siswa dengan alasan takut lumpuh dan sebagainya.

"Hari ini kami dari Disdikbud mendukung DKK melaksanakan vaksin MR di SMPN 7. Data yang diberikan kepala sekolah yang bersedia divaksin 60 persen," kata Muhaimin, Kepala Disdikbud Balikpapan.

Sekitar 60 persen menerima, dan 40 persen menolak, dari jumlah siswa kurang lebih 1.200 orang. Bisa dihitung sekitar 500 siswa menolak, dengan berbagai alasan. Pihaknya pun mengumpulkan ratusan siswa yang menolak tersebut. Berbagai alasan pun disampaikan para siswa.

Baca: Polda Kaltim dan APPI FKD Balikpapan Sepakati Penegakan Hukum dan Pengamanan Eksekusi Jaminan

"Nah ini kita kumpulkan, kita tanya kepada tiga anak untuk sampel. Alasannnya cukup menarik. Mereka bilang menurut media sosial kalau divaksin bisa menyebabkan lumpuh. Tidak bisa berjalan. Ada juga yang bilang itu haram. Ada juga yang bilang bisa jadi kurus," kata Muhaimin.

Menurutnya, memang ternyata ketidaktersediaan divaksin ada dua hal alasan. Pertama, mungkin belum ada persetujuan orangtua, dan karena ketidaktahuan.

"Makanya tadi tim dari DKK memberikan pemahaman bahwa vaksin itu tidak menyebabkan kurus, dan tidak menyebab lumpuh," tegas Muhaimin.

Soal halal haram juga sudah dijelaskan, bahwa sudah ada keputusan dari MUI yang menyatakan bahwa vaksin itu diperbolehkan karena tidak ada obat lainnga untuk pencegahan Rubella selain vaksin ini.

Baca: Punya Riwayat Inveksi Rubella, Seorang Bidan di Balikpapan Tiga Kali Keguguran

Setelah diberikan pemahaman, sebagaian anak yang setuju dan bergabung dengan teman-temannya untuk imunisasi.

"Alhamdulillah setelah diberikan pemahaman sebagian anak yang menolak akhirnya mau di vaksin. Sebagian masih ada yang ragu-ragu tapi kami tidak memaksa, kami memberikan kesempatan untuk meminta persetujuan para orang tua," katanya. (*)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved