100 Karyawan Hotel di Balikpapan Ikut Uji Kompetensi

Sebanyak 100 karyawan hotel di Kota Balikpapan mengikuti sertifikasi uji kompetensi sektor pariwisata bidang hotel dan restoran

Tribun Kaltim
SERTIFIKASI - Para peserta dan tim penguji Sertifikasi Uji Kompetensi sektor pariwisata bidang hotel dan restoran di Hotel Menara Bahtera, Balikpapan, Jumat (5/10). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sebanyak 100 karyawan hotel di Kota Balikpapan mengikuti sertifikasi uji kompetensi sektor pariwisata bidang hotel dan restoran di Hotel Menara Bahtera, Jumat (5/10). Sertifikasi uji kompetensi digelar oleh Lembaga Sertifikasi Pariwisata (LSP) Mahamu Mandiri.

Peserta uji kompetensi kali ini untuk level midle, yang diikuti karyawan level supervisor hingga manajer hotel (midle-top manajemen). "Ada 100 peserta yang mengikuti uji kompetensi bidang hotel dan restoran. Mereka adalah level supervisor dan manajer hotel," kata Murad M.A.Par, Dirut LSP Mahamu Mandiri.

Dikemukakan, pelaksanaan uji kompetensi ini difasilitasi Kementerian Pariwisata. Kuota peserta ada 200 orang, terbaik 100 peserta untuk Balikpapan, dan 100 peserta Samarinda. Pada 2018 ini, LSP Mahamu Mandiri selaku penyelenggara uji kompetensi mengusulkan 7.000 pelaku pariwisata, termasuk pelajar. Namun yang disetujui hanya 2.000 peserta.

Baca: Enam Hari Pasca Gempa, di Petobo Ditemukan 5 Korban Masih Hidup 81 Tewas

Hingga saat ini kata Murad, barus sekita 50 persen pekerja sektor pariwisata yang telah memiliki sertifikasi. Targetnya, untuk 2019 nanti sisa kuota 5.000 bisa disetujui Kemenpar. "Ini untuk seluruh Kalimantan. Harapan kami tidak hanya hotel-hotel bintang 3 hingga 5, tapi juga hotel bintang 2 ke bawah, termasuk non bintang," ujarnya.

Sertifikasi uji kompetensi bagi karyawan hotel bertujuan untuk meningkatkan daya saing pelayanan hotel dan akupansi di level internasional. Saat ini kita sudah masuk era pasar bebas, tamu-tamu asing akan menanyakan kompetensi/sertifikasi pelaku industri pariwisata di Indonesia, khususnya Kalimantan.

Asdep Pengembangan SDM dan Hubungan Antarlembaga Kemenpar, Dyah Kartikawati ditemui di tempat sama, mengatakan, Kemenpar memfasilitas para pekerja sektor industri pariwisata untuk bisa mendapatkan sertifikasi. Tahun ini pihaknya menyiapkan alokasi dana untuk sertifikasi 7.000.

Baca: Setelah 8 Tahun, Chris Evans Akhirnya Berhenti jadi Captain America

"Kami memfasilitasi kegiatan sertifikasi ini dengan menggandeng LSP Mahamu Mandiri. Harapan kami, para pelaku industri pariwisata bisa meningkatkan kompetensi, sehingga bisa bersaing dengan negara-negara lain," kata Dyah. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved