Tanggapi Pertemuan IMF-World Bank, Ferdinand: Kalau SBY, Anggarannya Paling Sekitar Rp 100 M

Tak hanya itu, sektor privat, para akademisi, Non Goverment Association (NGO), serta media juga akan hadir pada pertemuan ini.

Tanggapi Pertemuan IMF-World Bank, Ferdinand: Kalau SBY, Anggarannya Paling Sekitar Rp 100 M
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, Ferdinand Hutahaean. 
TRIBUNKALTIM.CO - Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengomentari soal besarnya anggaran pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 (IMF-World Bank Annual Meeting 2018) di Bali.
Ferdinand mengungkapkan pendapatnya lewat cuitannya di Twitter, Minggu (7/10/2018).
Bahkan ia menyebut jika Susilo Bambang Yudhoyono yang melaksanakannya, maka kemungkinan anggarannya hanya kurang lebih 100 miliar.
"Pertemuan IMF - WORLD BANK di Bali jangan digeser isunya dari besarnya anggaran dan mewahnya fasilitas dengan isu Pertemuan usulan siapa untuk menutupi pesta diatas penderitaan sebagian rakyat korban bencana. Mgkn kalau SBY yg lakukan itu, anggarannya paling +/- 100 M," cuit Ferdinand.
 
 
a
Ferdinand Hutahaen (Twitter @LawanPoLitikJW)
Seperti diketahui Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah IMF- World Bank Annual Meeting tahun 2018 yang akan dilaksanakan di Bali pada 8-14 Oktober 2018.
Pertemuan ini merupakan pertemuan terbesar dunia dalam bidang ekonomi dan keuangan, yang menghadirkan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara anggota.
Tak hanya itu, sektor privat, para akademisi, Non Goverment Association (NGO), serta media juga akan hadir pada pertemuan ini.
Pertemuan ini bahkan disebut akan menjadi pertemuan terbesar karena total peserta pertemuan ini mencapai 15 ribu orang.
Diberitakan Kompas.com, pemerintah telah menganggarkan dana untuk pertemuani ini sekitar Rp 855,5 miliar yang sudah disepakati bersama DPR RI sejak awal tahun 2017.
Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menjelaskan, anggaran pelaksanaan Annual Meeting telah dibahas bersama DPR RI dan berlaku secara multiyears.
Pertemuan ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi Indonesia.
Khususnya dalam peningkatan cadangan devisa, perdagangan dan investasi pariwisata. (TribunWow.com/Ekarista R.P)
Editor: Kholish Chered
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved