Korban Gempa Palu

KORBAN GEMPA PALU - Harapan Aco Temukan Istrinya di Perumnas Balaroa

KORBAN GEMPA PALU - Harapan Aco Temukan Istrinya di Perumnas Balaroa. Aco berharap menemukan istrinya, Elisa, dalam kondisi apapun,

KORBAN GEMPA PALU - Harapan Aco Temukan Istrinya di Perumnas Balaroa
Humas Aksi Cepat Tanggap (ACT)
MENCARI ISTRI - Aco (22), penyintas gempa Palu, mencari istrinya, Elisa (22), di antara reruntuhan Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (12/10/2018). Aco berharap menemukan istrinya dalam kondisi apapun. 

KORBAN GEMPA PALU - Harapan Aco Temukan Istrinya di Perumnas Balaroa

TRIBUNKALTIM.CO - “Saya yakin, istri saya masih bisa ditemukan. Apapun kondisinya, saya ingin memakamkan istri dengan cara terbaik,” kata Aco, (22), seorang warga Palu, korban gempa.

Hari nahas itu, Jumat (28/9/2018), Aco (22) masih mengingat betul, istrinya Elisa (22) sedang mengendarai sepeda motor matic miliknya, menyusuri jalan-jalan kecil di Perumnas Balaroa. Sementara Aco ada di dalam rumah, menunggu azan Magrib.

“Istri saya sedang di luar bawa motor. Lalu gempa datang. Tanah terbuka. Aspal berlipat. Suara gemuruh sangat besar dari dalam tanah. Rumah saya bergerak mengikuti gemuruh tanah,” ujar Aco, Kamis (11/10/2018), mengenang momen ketika likuefaksi meremukkan Balaroa.

Baca: Gempa Hari Ini, Dili Diguncang Gempa Bumi 5,4 SR pada Jumat Siang

Baca: Benarkah Pulau Kalimantan Sepenuhnya Aman dari Gempa Bumi? Berikut Penjelasannya

Baca: Pertanyaan Warganet, Bisakah BMKG Prediksi Gempa? Setelah Tahu Jawaban Ini, Jangan Tanya Lagi Ya

Dikutip dari rilis yang dikirimkan Humas Aksi Cepat Tanggap (ACT), Aco bisa selamat karena naik di atas genting rumah.

“Tapi jalan aspal sudah hilang. Istri saya tenggelam ditelan tanah,” ujar Aco dengan mata memerah, tanda sudah berhari-hari ia bergelut dengan tangis kehilangan.

Tanah yang dipijak masih gembur, terkadang goyang dan hampir membuat terpeleset atau terperosok siapa pun yang menginjaknya.

CARI KORBAN - Relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) masih mencari korban Gempa Palu di reruntuhan Perumnas Balaroa, Palu, Sulteng, Jumat (12/10/2018).
CARI KORBAN - Relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) masih mencari korban Gempa Palu di reruntuhan Perumnas Balaroa, Palu, Sulteng, Jumat (12/10/2018). (Humas Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Di sekitar hanya ada gunungan lumpur, aspal yang terlipat dan mengangkat, sampai mobil yang terlempar dan rumah yang remuk tak berbentuk.

Bencana gempa besar 7,4 SR di Kota Palu dua pekan lalu benar-benar meninggalkan kehancuran luar biasa di lokasi ini, Perumnas Balaroa.

Bukan guncangan gempa yang secara langsung menghancurkan Perumnas Balaroa, tapi fenomena likuefaksi.

Halaman
123
Editor: abdul haerah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved