Kemitraan Bisnis

Meningkatkan Perekonomian, JNE Bantu Pemasaran 12 UMKM di Kalimantan Timur

Turut memasarkan produk-produk UMKM lokal Kaltim, merupakan kepedulian perusahaan guna meningkatkan perekonomian lokal dan nasional.

Meningkatkan Perekonomian, JNE Bantu Pemasaran 12 UMKM di Kalimantan Timur
Tribun Kaltim/Fransina L
Manajer JNE Cabang Samarinda, Masdari (kiri), bersama karyawan Gerai Roti Durian Panglima Samarinda memperlihatkan produk oleh-oleh yang sering dibeli konsumen, dan langsung dikirimkan melalui JNE ke berbagai daerah di Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Banyak cara dapat dilakukan untuk membantu memasarkan produk- produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal Kaltim ke seluruh Indonesia, bahkan ke luar negeri. Salah satunya seperti yang digalakkan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman dan logistik ini telah menjalin kemitraan dengan 12 UMKM di  Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Hingga Oktober 2018 ini, UMKM yang telah bermitra dengan JNE  yakni Karya Bahari, Mantau Fya, BDS Snack, Bonting Dzakwani, Brownies Batubara, Serai Wangi, Restoran Apong, Lemper Sepinggan, RM Torani, Kepiting Dandito, Pondok Mantau,  dan Roti Durian Panglima.

"JNE melihat pengiriman makanan sebagai peluang sekaligus tantangan tersendiri, khususnya makanan khas daerah dimana produk-produk tersebut perlu penanganan tertentu dalam pengirimannya dan belum tentu bisa didapatkan di semua kota. Untuk itulah, JNE memberikan kemudahan kepada masyarakat guna mendapatkan produk makanan khas daerah, yang dibarengi dengan semangat "connecting happiness" dan diharapkan turut mengembangkan UMKM memasarkan produknya secara online," ungkap Manajer JNE Cabang Samarinda, Masdari kepada Tribunkaltim.co, Kamis (11/10/2018).

Produk-produk UMKM yang pemasarannya berkembang melalui program Pesanan Oleh-oleh Nusantara (Pesona) di JNE antara lain, amplang pipih kuku macan, mantau original/rainbow, abon kepiting, stik udang, stik cumi, keripik cumi, amplang kepiting, dodol salak, sambal ulek sambal kilo, cake salak kilo berbagai varian, kepiting angsio, lemper isi sarden, pepes kepiting Torani, Bandeng Torani, kepiting Dandito, dan mantau capit kepiting.

JNE, jelas Masdari,  memasarkan produk UMKM lokal merupakan kepedulian perusahaan untuk meningkatkan perekonomian nasional. "Kami memberikan kesempatan kepada UMKM lokal untuk meningkatkan penjualannya dengan kerjasama sebagai mitra melalui website pesonanusantara.co.id.  JNE tidak me-mark up harga penjualan hasil UMKM tersebut. JNE hanya memfasilitasi dalam hal pengiriman barang, edukasi digital marketing dan edukasi packaging sehingga UMKM dapat bersaing secara nasional," tuturnya.

Selain itu,  JNE juga membuka peluang kerjasama kemitraan dengan masyarakat dalam langkah perluasan jaringan. Dengan menjadi titik layanan atau agen JNE, para pengusaha UMKM dapat berkembang dan menyerap tenaga kerja, serta mendorong pertumbuhan UMKM lain di sekitarnya karena memudahkan pengiriman paket dalam aktivitas jual beli online.

Dalam kemitraan ini, lanjut Masdari, Gerai Roti Durian Panglima Samarinda merupakan kelompok bisnis UMKM yang pertumbuhannya pesat.  Salah satu faktor yang menyebabkan Roti Durian Panglima cepat dapat diterima oleh konsumen yakni harga yang sangat terjangkau dan memiliki varian rasa yang beragam. Konsumen yang berbelanja oleh-oleh di Gerai Roti Durian Panglima, dapat langsung menitipkan barang belanjaannya untuk dikirim melalui JNE. Tidak perlu lagi ke kantor atau agen JNE.

Dalam evaluasi kemitraan ini, JNE menemukan beberapa hal yang perlu dibenahi pengusaha UMKM. Antara lain kemasan produk yang belum rapi, belum adanya standar SNI, logo halal dan sertifikasi lainnya agar produk tersebut layak dijual. Meresponi kondisi ini, JNE pun aktif memberi solusi. “Solusi dari JNE adalah memberikan edukasi baik dalam bentuk seminar atau workshop terkait Digital Marketing (berjualan secara online) dan workshop packaging, serta bagaimana cara mengirim paket yang benar sehingga kiriman paket tersebut sampai kepada customer dengan baik,” beber Masdari.

Secara nasional, jelasnya, UMKM mitra JNE ada pula yang memasarkan produknya ke luar negeri. UMKM mitra JNE banyak tergabung dalam JNE Loyalty Card (JLC) dan banyak pula yang memiliki potensi besar dan produknya telah dipasarkan keluar negeri. Hampir semua kota besar memiliki UMKM dengan potensi besar karena tiap daerah memiliki produk khasnya masing-masing.

Kemitraan JNE dengan pengusaha UMKM sangat berprospek. Menurut Masdari, prospek kemitraan dengan UMKM dapat dilihat pada pertumbuhan jumlah pengiriman JNE selama beberapa tahun terakhir yang mengalami peningkatan konsisten sebesar 30% - 40%.

Hal itu terjadi sejak 2010 dimana e-commerce mulai tumbuh hingga saat ini. JNE juga bekerjasama dengan seluruh online marketplace terkemuka seperti Shopee, Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Elevania, Lazada, dan sebagainya, untuk memenuhi kebutuhan pengiriman pengiriman paket yang menjadi penentu keberhasilan transaksi antara online buyer dengan online seller. “Perlu diingat bahwa para merchant online marketplace tersebut adalah UMKM. Targetnya tentu saja agar JNE dapat mempertahankan peningkatan jumlah pengiriman sebesar 30% - 40% setiap tahun seperti tahun - tahun sebelumnya,” tambah Masdari.(*)

Penulis: Fransina Luhukay
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved