Kemitraan Bisnis

Oleh-oleh Roti Durian Panglima Lebih Cepat Diterima Konsumen di Luar Kota Samarinda

Kerjasama Gerai Panglima dengan JNE sangat membantu konsumen yang berdomisili di luar Samarinda. Sebab produk Gerai Panglima merupakan oleh-oleh.

Oleh-oleh Roti Durian Panglima Lebih Cepat Diterima Konsumen di Luar Kota Samarinda
Tribun Kaltim/Fransina L
Marsudi, konsumen asal Bandung sedang berbincang dengan karyawan Gerai Panglima Samarinda yang mengemasi oleh-oleh Ampang Panglima yang dibelinya, untuk langsung dikirim ke Bandung melalui layanan jasa JNE. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Berkunjung atau berwisata ke Kalimantan Timur (Kaltim) khususnya Kota Samarinda dan Balikpapan, belumlah lengkap jika pulang tanpa membawa oleh-oleh Roti Durian Panglima. Ini merupakan oleh-oleh khas Kaltim yang hanya diproduksi di Kota Samarinda.

ROTI  Durian Panglima memang beda. Tekstur dan citarasanya sangat khas. Roti ini hanya diproduksi di Gerai Panglima yang beralamat di Jl. Juanda No. 55A Samarinda. Berawal dari roti gembung yang relatif mudah ditemukan di Samarinda, terciptalah varian terbaru Roti Durian Panglima. Roti yang berisi selai durian asli  dipadu bahan-bahan berkualitas lain dengan proses produksi yang higienis. Respons pasar ternyata mengejutkan. Laris manis dan sangat digemari masyarakat sampai sekarang.

Bisnis ini dimulai Maret 2011 atau tujuh tahun lalu. Digawangi orang-orang muda yang sevisi. Mereka adalah Nugrohadi Yuwono, Ferry Gunawan, Muliadi,  dan Budiman. Mereka berkolaborasi sesuai kapasitas masing-masing dalam hal permodalan, manajemen, dan produksinya. Mengapa menggunakan label Panglima?

“Terinspirasi perjuangan seorang pahlawan dalam Islam, Panglima Muhammad Al-Fatih, maka diusunglah label bisnis Panglima Roqiiqu Group.  Ini entitas bisnis yang dibangun dan dijalankan sesuai value-value yang disepakati bersama berlandaskan etika dan hukum-hukum syariat Islam,” tutur Adi, Chief People Afficer Panglima Roqiiqu Group -–mewakili para owner--- saat berbincang dengan Tribunkaltim.co, Jumat pekan lalu.

Progress bisnis ini sangat cepat. Dari Roti Durian Panglima, kemudian lahirlah varian produk lainnya seperti bolu gulung durian, pisang bolen, brownies, amplang, kue-kue kering dan sebagainya. Semua produk tersebut dijual di Gerai Panglima.

Telah hadir pula unit bisnis produk roti teranyar, Gembung Panglima. Produk roti gembung ini meluncur di pasaran pada Desember 2017. Perkembangannya sangat pesat. Sudah tersebar di delapan outlet di Kota Samarinda yaitu di Jl. Juanda, Jl. Antasari, Loa Bakung, Sempaja, Tenggiri, Lambung Mangkurat, Awang Long, Samarinda Seberang. Rencananya segera dibuka outlet ke-9 di wilayah Karang Asam Samarinda.  Artinya, Panglima Roqiiqu Group sekarang membawahi dua unit bisnis yakni Gerai Panglima dan Gembung Panglima.  

Panglima Roqiiqu Group memiliki central kitchen untuk mensupport pengolahan roti baik untuk Gerai Panglima maupun Gembung Panglima.  Khusus Gembung Panglima bahan bakunya saja yang  diolah di central kitchen, sedangkan oven berada di masing-masing outlet.  Daya tahan produk berbeda-beda. Sedangkan Roti Durian Panglima bisa bertahan hingga empat hari.

Seiring berkembangnya bisnis Panglima Roqiiqu Group, tenaga kerja yang diserap juga bertambah. Awalnya hanya 20-an orang kini menjadi lebih 100 orang.

Soal marketing, tim marketing menggunakan media sosial (medsos), menyebarkan brosur ke kompleks perumahan di Kota Samarinda atau pada acara-acara sosial lainnya. Untuk melayani konsumen di luar kota, Gerai Panglima bekerjasama dengan jasa pengiriman dan logistik JNE.

“Kerjasama Gerai Panglima dengan JNE sangat membantu konsumen yang berdomisili di luar Kota Samarinda. Sebab produk Gerai Panglima merupakan produk oleh-oleh. Produk ini hanya ada di Kaltim.  Pernah ada yang menawari untuk kami membuka cabang di luar Kaltim namun tidak disetujui karena jika buka gerai di luar Kaltim berarti bukan lagi oleh-oleh khas Kaltim,” tandas Adi.

Pantauan Tribunkaltim.co pekan lalu di Gerai Panglima yang beroperasi mulai 07.00 – 21.00 Wita, ada seorang konsumen asal Bandung sibuk berbelanja oleh-oleh. Namanya Marsudi. Ia membeli tiga kotak besar Amplang Panglima dan langsung meminta karyawan Gerai Panglima untuk mempacking dan mengirimkannya melalui jasa JNE. “Saya beli Amplang Panglima tiga kotak, langsung dipacking dan dikirim melalui JNE.  Jadi, saya tidak repot harus ke kantor atau agen JNE maupun repot membawa dalam perjalanan.  Lebih cepat tiba di tujuan, aman dan terpercaya,” ujar Marsudi.

Menurut Masdari, Manajer JNE Cabang Samarinda, dalam kerjasama dengan Gerai Panglima, peran JNE adalah mempermudah dan memfasilitasi pengiriman produk oleh-oleh dari Gerai Panglima kepada konsumennya. Sebab banyak pembeli dari luar Samarinda yang membeli secara online, maupun pengunjung dari luar kota yang berbelanja dan langsung mengirimkan oleh-oleh tersebut melalui JNE karena tidak mau repot.

Untuk kelancaran kemitraan, pihak JNE memberi training singkat kepada karyawan Gerai Panglima mengenai proses penimbangan hingga pengisian bukti resi. “Jadi karyawan Gerai Panglima menghitung harga barang sekaligus ongkos kirimnya. Nanti karyawan JNE yang menjemput barangnya. Intinya, kami mempermudah konsumen. Kerjasama dengan JNE sudah berlangsung selama setahun terakhir. Dengan kemitraan ini, pemasaran produk oleh-oleh pun semakin lancar,” tambah Masdari. (*)

Penulis: Fransina Luhukay
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved