Gempa dan Tsunami Sulteng

Duka Raisa, Bayi 19 Bulan Korban Gempa Palu yang Kehilangan Kaki dan Ayahnya

Dalam gempa damn tsunami Palu, rumah mereka rata dengan tanah, Raisa dan ayahnya tertimbun bangunan, bahkan terjebak semalam.

Duka Raisa, Bayi 19 Bulan Korban Gempa Palu yang Kehilangan Kaki dan Ayahnya
(Kompas.com/Markus Yuwono)
Raisa digendong kerabatnya saat Pulang di Dusun Mengger, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, Sabtu (13/10/2018) 

"Januari lalu (2018) pulang, lalu Lebaran juga pulang. Rencananya Desember besok juga pulang," kata Heru.

Kapal TNI AL Temukan Longsoran di Dasar Laut Palu, Diduga Menjadi Asal Kekuatan Tsunami di Sulteng

Bandara SAMS Balikpapan Terbangkan 2.224 Pengungsi Gempa Sulteng Pulang ke Kampung Halaman

Heru menceritakan, keluarga di Gunungkidul baru mendengar kabar kondisi keluarga Suryanto setelah tiga hari pasca gempa, karena komunikasi terputus total.

"Mendengar kabar tiga hari setelah gempa Senin Malam, dari Saudara yang istrinya orang Palu, tetapi tinggal di sini. Dia mendapatkan informasi dari teman-temannya di sana lewat Facebook, karena komunikasi terputus total," ujar Heru. Suryanto baru bisa dievakuasi beberapa hari pasca gempa, dan dimakamkan di Palu. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Duka Raisa, Bayi Korban Gempa Palu yang Kehilangan Kaki dan Ayahnya "

Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved