Asian Para Games 2018
Guntur Sukses Bawa Pulang Dua Medali Asian Para Games 2018 ke Balikpapan
Guntur Amani, atlet difabel cabang olahraga renang andalan Kaltim berhasil meraih medali perak di nomor 100 gaya dada putra di Asian Para Games 2018.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Abdur Rachim
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Guntur Amani, atlet difabel cabang olahraga renang andalan Kaltim berhasil meraih medali perak di nomor 100 gaya dada putra (sbb) dan penunggu di nomor estafet 4x100 gaya ganti dalam Asian Para Games 2018.
Guntur memberikan hasil yang cukup baik bagi Indonesia di Jakarta, pada 6-13 Oktober 2018 lalu.
Pulang bak pahlawan, pria berusia 34 tahun ini yang hanya mengandalkan ayunan tangan kanannya ini berkunjung ke kantor KONI Balikpapan pada Senin (15/10/2018).
Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Ini yang Dilakukan Pemkot Surabaya
Usai bersilahturahim dengan KONI Balikpapan, Guntur yang didampingi ketua Nasional Paralympic Committee (NPC) Provinsi Kalimantan Timur, Suharyanto, mengatakan kepada Tribunkaltim.co, bahwa dirinya tidak menargetkan kemenangan di Asian Para Games 2018 kemarin.
"Persaingan sangat ketat, apalagi Cina, Jepang, Korea, dan Uzbekistan sangat sulit sekali. Saya tidak berani pasang target, awalnya pelatih menargetkan perunggu, tapi saya tidak berani pasang target hanya berenang semaksimal mungkin dan akhirnya berhasil meraih hasil positif," ungkapnya Senin (15/10/2018) di kantor KONI Balikpapan.
Bocah SD Mainkan Gitar Lagu Metallica di Konser Foo Fighters, Aksinya Bikin Dave Grohl Terperangah
Sembari menunjukkan dua medalinya, atlet renang yang sudah biasa menjadi langganan meraih medali di setiap ajang kejuaraan renang nasional hingga internasional ini berharap masih bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
"Insyaallah kalau dipanggil lagi, saya masih punya keinginan berjuang untuk Indonesia di Peparnas 2020 dan Asean Para Games 2021 di Filipina nantinya," katanya.
Suharyanto, ketua NPC Kaltim mengatakan prestasi yang ditorehkan Guntur adalah suatu kebanggan masyarakat Kalimantan Timur.
Apa Bedanya Kampanye Negatif dan Kampanye Hitam? Ini Penjelasan Mahfud MD
Walaupun hanya mengirim 6 atlet ketingkat nasional, Suharyanto optimis kedepan Kaltim bisa mengirimkan atletnya lebih banyak lagi.
"Kaltim ada 6 atlet, dan untuk Balikpapan ada 4. Pembinaan di NPC tentu akan kita lakukan, kedepan akan terus mendata dan membina atlet asli Balikpapan. Kalau bisa ya kita kirim lebih banyak nantinya," jelas Suharyanto. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/guntur-amani_20181015_164043.jpg)