Cerita Sedih Remaja Putri Asal Lamongan Berbobot 197 Kg, Putus Sekolah karena Malu dengan Teman

Diungkapkan Silvia, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah sejak kelas 4 MI. Saat itu, berat badannya mencapai 139 kg.

Cerita Sedih Remaja Putri Asal Lamongan Berbobot 197 Kg, Putus Sekolah karena Malu dengan Teman
surya/hanif manshuri
Peningkatan berat badan Silvia diketahui sejak usia 9 tahun. Saat itu, tubuh Silvia terus membesar meski hanya makan 2 kali sehari Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Makan Normal Sehari 2 Kali, Tapi Siswi SMP di Lamongan Hampir 200 Kg, Sampai Tidak Bisa Sekolah, http://www.tribunnews.com/regional/2018/10/17/makan-normal-sehari-2-kali-tapi-siswi-smp-di-lamongan-hampir-200-kg-sampai-tidak-bisa-sekolah?page=all. 

Cerita Sedih Remaja Putri Asal Lamongan Berbobot 197 Kg, Putus Sekolah karena Malu dengan Teman

TRIBUNKALTIM.CO, LAMONGAN - Jika umumnya siswa putus sekolah karena alasan biaya, tidak dengan Silvia Dwi Susanti (15), seorang gadis warga Desa Cangkring, Kecamatan Bluluk, Lamongan, Jawa Timur.

Silvia hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SD. Setelahnya, anak desa ini terpaksa meninggalkan bangku sekolah untuk selamanya.

Alasannya, ia malu dengan kondisi badannya yang terus membesar hingga obesitas hingga kini usia 15 tahun.

Saat ini timbangan badannya berbobot 2 kuintal, berat badan yang tak sebanding dengan usia dan perkembangan normal badan manusia pada umumnya.

"Saya sejak kelas 4 MI sudah tidak sekolah, malu," kata Silvia ketika ditemui wartawan di rumahnya belum lama ini.

Anak pasangan Suroso dan Misri terpaksa putus sekolah sejak kelas 4 SD lantaran susah berjalan dan malu dengan teman-temannya di di sekolah.

Sempat Ngotot Ingin Berpisah, Nikita Mirzani Cabut Gugatan Cerai dengan Dipo Latief

Diungkapkan Silvia, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah sejak kelas 4 MI. Saat itu, berat badannya mencapai 139 kg.

Kedua orangtuanya tak kuasa dengan keputusan putrinya untuk tidak lagi sekolah.

"Mau gimana, lha wong anaknya malu," kata Misri.

Perkembangan berat badan anaknya itu memang tidak lazim, seperti perkembangan sebayanya.

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved