Tribun Kaltim Goes to School Sambangi SMAN 1 Balikpapan, Peserta Diajak Saring Berita Hoax

Tribun Kaltim Goes to School kali ini menyambangi SMAN 1 Balikpapan. Tujuan dari kegiatan ini untuk mencegah penyebaran berita hoax

Tribun Kaltim/Jino Prayudi
Wartawan senior sekaligus Manajer Produksi Tribun Kaltim Sumarsono memberikan materi seputar pemberitaan khususnya berita online di aula SMAN 1 Balikpapan, Rabu (17/10/2018). Kegiatan ini merupakan tur kunjungan Tribun Kaltim dalam kegiatan Tribun Kaltim Goes to School 

TRIBUN KALTIM.CO - Media massa saat ini saling mengejar satu dengan yang lain. Setiap perusahaan media massa berusaha selalu up to date dalam menyajikan berita.

Untuk itu munculnya media online menjadi wadah yang pas untuk menyajikan berita yang selalu update.

Dengan meningkatnya perkembangan dunia teknologi membuat orang-orang lebih cepat mendapatkan informasi dari gadget masing-masing.

Sehingga mereka pun mendapatkan informasi lebih terbaru.

Baca: LGBT Mengancam? jadi Tema Diskusi Keummatan MUI Balikpapan di Kantor Tribun Kaltim

Namun yang menjadi pertanyaan apakah media cetak tetap hidup dengan derasnya media online yang ada? Jurnalis Senior Tribun Kaltim Sumarsono menjelaskan media cetak bisa menjadi sebuah perbedaan yang paling mencolok ketimbang media online.

Meskipun begitu media cetak tetap masih dipandang sebagai media massa yang masih menarik untuk dibaca.

Dari presentasinya dalam kegiatan Tribun Kaltim Goes to School di Aula SMAN 1 Balikpapan, Rabu (17/10/2018). Menurutnya media cetak maupun online memiliki 'gayanya' masing-masing.

Media online bersifat lebih update . Selain itu gaya penulisan beritanya lebih singkat ketimbang media cetak. Selain itu data yang disampaikan tidak harus detail.

"Berita dibuat lebih mancing agar penasaran seperti apa kelanjutannya," kata Sumarsono.

Sementara itu media cetak memang memiliki berbagai macam kelemahan seperti telatnya mengupdate berita. Namun informasi yang digali terhadap sebuah isu lebih mendalam ketimbang media online.

Baca: Tribun Kaltim Goes to School, Siswa SMKN 1 Balikpapan Dapat Informasi Baru soal Media Digital

"Berita lebih dalam dan detil. Disertai dengan grafis untuk menguatkan berita yang sudah ditulis," katanya

Namun perlu diingat semua media memiliki sisi positif dan negatif masing-masing. Media online yang tersebar dimana-mana menjadi bahan yang rentan bagi para pelaku penyebar hoax.

Dengan mencantumkan embel-embel foto dan kutipan tulisan yang provokatif. Seolah-olah berita tersebut nyata padahal itu hanya berita palsu yang dibuat untuk memprovokasi masyarakat.

"Lihat terlebih dahulu sumbernya kompeten atau tidak. Sama narasumbernya punya kapabilitas atau tidak. Cek juga hari dan tanggalnya harus di cross check," kata Sumarsono.

Tribun Kaltim Goes to School kali ini menyambangi SMAN 1 Balikpapan. Tujuan dari kegiatan ini untuk mencegah penyebaran berita hoax dengan pemberian materi kepada anak-anak sekolah.

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved