"Adu Banteng" Kereta Api Tewaskan 156 Orang, Tragedi Bintaro jadi Catatan Hitam Dunia Perkeretaapian

Setelah peristiwa itu, beberapa petugas dan masinis kereta diperiksa. Mereka kemudian dijatuhi hukuman akibat kelalaiannya. .

(Jimmy WP)
101 korban tewas dan 238 orang luka berat yang tercatat kibat terjadi kecelakaan kereta api terbesar dan paling tragis dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia, Senin pagi ( 19/10/1987 ) pukul 07.10 WIB di kampung Pondok Betung, RW IX, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Tabrakan antara KA patas no.220 dari Tanah Abang menuju Merak dengan LA no. 225 dari Rangkasbitung menuju Tanah Abang. 

"Adu Banteng" Kereta Api Tewaskan 156 Orang, Tragedi Bintaro jadi Catatan Hitam Dunia Perkeretaapian

TRIBUNKALTIM.CO - Kereta Api dikenal sebagai salah satu moda transportasi yang mampu menampung hingga ribuan orang.

Tak heran jika kereta menjadi moda transportasi yang diandalkan di Indonesia.

Namun, dalam sejarahnya tidak semua perjalanan kereta api berlangsung lancar.

Terdapat sejumlah kecelakaan yang menewaskan banyak penumpang, salah satunya yang terjadi di Bintaro, Jakarta Selatan.

Hari ini 31 tahun yang lalu, tepatnya pada 19 Oktober 1987, terjadi kecelakaan antara Kereta Api (KA) 225 Merak dengan Kereta Api (KA) 220 Rangkas di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan.

Siap Berburu di KAI Online Travel Fair? Tiket Kereta Api Eksekutif Dibanderol Cuma Rp 75 Ribu!

Jangan Sampai Tak Kebagian, Catat Tanggal Terakhir Promo Tiket Murah PT KAI

KA Rangkas dan KA Merak bertabrakan dengan posisi saling menghadap satu sama lain atau adu banteng.

Kedua kereta sama-sama ringsek karena benturan keras.

Berdasarkan dokumentasi Harian Kompas, lebih dari 156 orang meninggal dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa ini tercatat sebagai peristiwa maut dan terburuk dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved