Serikat Pekerja Ingin UMP Kaltim Digenapkan jadi Rp 3 Juta, Ini Tanggapan Pengusaha

Keinginan para pekerja di Kaltim untuk mendapatkan upah minimum 2019, sebesar Rp 3 juta, mendapat respon

Serikat Pekerja Ingin UMP Kaltim Digenapkan jadi Rp 3 Juta, Ini Tanggapan Pengusaha
NET
ilustrasi Upah pekerja 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Keinginan para pekerja di Kaltim untuk mendapatkan upah minimum 2019, sebesar Rp 3 juta, mendapat respon dari Asosiasi Pengusaha Nasional Indonesia (Apindo) Samarinda. Ketua Apindo Samarinda, Novel Chaniago menuturkan, keinginan pekerja untuk mendapatkan kenaikan upah minimun sebesar itu sah saja.

"Yang namanya keinginan itu boleh saja. Tinggal pengusahanya saja, bisa penuhi atau tidak," kata Novel.

Jika pekerja memiliki keinginan, kata Novel, pengusaha pun sejatinya memiliki keinginan pula. "Kalau keinginan pengusaha, tahun ini tidak ada kenaikan," kata Novel, bercanda.

Baca: Wow, Upah Minimum Kabupaten Ini Jadi yang Tertinggi di Indonesia, Nyaris Tembus Rp 4 Juta

Intinya, lanjut Novel, keinginan yang disampaikan pekerja seharusnya berdasarkan perhitungan yang rasional. Pasalnya, jika keinginan tanpa perhitungan tersebut dipaksakan, dampaknya akan tida baik untuk pengusaha, dan juga pekerja. "Jika dipaksakan, pada akhirnya dampaknya akan ke buruh juga," katanya lagi.

Dalam usaha, menurut Novel, pengusaha dan pekerja merupakan satu kesatuan. Keduanya tak dapat dipisah, dan saling terikat.

"Jika pengusaha berhenti berusaha, buruh juga kehilangan lapangan kerja. Jadi, keduanya harus bersinergi agar dunia usaha berjalan baik," tutur Novel.

Sebelumnya, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kaltim Amir P Ali ikut menanggapi perihal Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim 2019. AMir berharap, upah minimum provinsi (UMP) 2019 Kaltim digenapkan menjadi Rp 3 juta.

"Yang diinfokan kan Rp 2,7 jutaan. Kalau dari kami minta kenaikan dari tahun lalu, mulai Rp 2,6 sampai ke 3 juta," kata Amir P Ali.

Baca: Upah TK2D Pemkab Kutim Akan Dibayar Awal September

Terkait penetapan UMP, Amir P Ali hanya sampaikan agar proses penetapan jangan sampai membuat ada pihak yang merasa terugikan. "Pekerja tetap sejahtera, pengusaha juga jangan mati. Kan itu bisa dibicarakan," ucapnya.

Sekadar informasi, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri sudah menerbitkan edaran mengenai besaran kenaikan upah minimum 2019. Berdasarkan laju pertumbuhan ekonomi plus inflasi nasional, Menaker menetapkan besaran kenaikan upah minimun 2019 sebesar 8,03 persen.

Sementara di Kaltim, pertumbuhan ekonomi plus inflasi tak sampai 8 persen. Atau hanya berkisar 5,4 persen. Sehingga, dasar penetapan kenaikan UMP sebesar 8,03 persen dinilai di luar kemampuan pengusaha di Kaltim.

Di Kaltim, besaran UMP 2018 sekitar Rp 2,5 juta. Kenaikan 8,03 persen bakal membuat UMP Kaltim berada pada angka Rp 2,7 juta. Hal ini pula yang mendasari SPSI berkeinginan agar UMP 2019 Kaltim digenapkan Rp 3 juta.

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved