Banyak Anak Belum Divaksinasi, Orangtua di Palembang Tolak Imunisasi MR

Dinkes) Palembang mengalami kesulitan melakukan vaksinasi MR, lantaran banyak orangtua yang menolak anaknya untuk divaksin.

Banyak Anak Belum Divaksinasi, Orangtua di Palembang Tolak Imunisasi MR
Tribun Kaltim/Fachmi Rachman
Beberapa orangtua mendampingi anaknya saat divaksin rubella di SDN 030 Balikpapan utara, Senin (10/9/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, PALEMBANG-- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami kesulitan untuk melakukan imunisasi vaksin Meales rubella (MR), lantaran banyak orangtua yang menolak anaknya untuk divaksin.

Selama program nasional vaksin virus MR itu dilakukan, saat ini sebanyak 180 ribu anak yang belum divaksin dari total 336 ribu anak dengan persentase sekitar 52 persen pencapaian.

Kepala Dinas Kesehatan kota Palembang dr Letizia mengatakan, rendahnya pencapaian tersebut karena penolakan dari orangtua dan masyarakat, meskipun pihak puskesmas telah mendatangi secara langsung ke setiap sekolah.

"Kami akui pencapaiannya rendah (vaksin virus MR) karena banyak ditolak masyarakat," kata letizia, Senin (22/10/2018).

Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur mencanangkan kampanye Measles Rubella (MR) dengan imunisasi MR massal di seluruh Kecamatan Kutai Timur, mulai hari ini, Rabu (1/8/2018).
Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur mencanangkan kampanye Measles Rubella (MR) dengan imunisasi MR massal di seluruh Kecamatan Kutai Timur, mulai hari ini, Rabu (1/8/2018). (TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA)

Letizia mengatakan, mereka akan terus gencar melakukan sosialisasi terkait dampak dari virus rubella jika anak tak diberikan vaksinasi virus MR sejak dini.

Dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) menurutnya kini telah menyatakan bahwa  vaksin MR telah bisa digunakan untuk masyarakat.

"Targetnya bisa 1.000 anak perhari diberikan vaksinasi MR. Kami harap orangtua juga mengerti untuk kebaikan anaknya sendiri," ujarnya.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel Yusri menambahkan, virus MR sangat berbahaya jika menyebar ke masyarakat, terlebih lagi kepada ibu hamil.

Sebab, dampak dari virus tersebut dapat menyebabkan keguguran hingga cacat kepada calon bayi jika terkena virus rubella.

"Dari perkembangan mental hingga gangguan tubuh, bisa disebabkan dari virus ini. Sehingga kami juga meminta kesadaran masyaraka, pentingnya vaksinasi MR,"jelas Yusri.

Dengan vaksinasi sejak dini, menurut Yusri, dapat mencegah sejak dini penyebaran virus tersebut. Lantaran sampai sekarang belum ditemukan obat untuk mengatasi serangan virus tersebut.

"Jadi jangan takut untuk imunisasi, karena dapat memberikan kekebalan tubuh untuk mengantisipasi pencegahan rubella" jelasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyak Orangtua di Palembang Tolak Vaksin MR, Baru 180 Ribu Anak Divaksinasi", https://regional.kompas.com/read/2018/10/23/06003821/banyak-orangtua-di-palembang-tolak-vaksin-mr-baru-180-ribu-anak-divaksinasi.
Penulis : Kontributor Palembang, Aji YK Putra
Editor : Aprillia Ika

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved