PON XX

PON XX Papua Coret 5 Cabor, Peluang Kaltim Meraih Medali Sirna

Pencoretan 5 cabor tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi teknis (rakornis) bersama dengan seluruh anggota KONI

PON XX Papua Coret 5 Cabor, Peluang Kaltim Meraih Medali Sirna
TRIBUN KALTIM/CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Atlet andalan Panjat Tebing Kaltim, Angga Cahya beraksi di PON 2016 Jawa Barat. 

TRIBUNKALTIM, SAMARINDA – Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua mencoret 5 cabang olahraga yaitu panjat tebing, bowling, arung jeram, kofball dan bola tangan.

Pencoretan 5 cabor tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi teknis (rakornis) bersama dengan seluruh anggota KONI Pusat pada 17-18 Oktober 2018 lalu di Hotel Sultan Jakarta. Pencoretan 5 cabor ini membuat jumlah cabor menjadi 45 cabor dari sebelumnya 50 cabor yang bakal dipertandingkan di PON Papua.

Pencoretan tersebut didasarkan pada kemampuan keuangan daerah Papua dan tidak adanya venue kelima cabor tersebut di Papua.
KONI Kaltim menyayangkan hal ini pasalnya cabor yang dicoret dari PON Papua merupakan cabor potensial Kaltim. Ketua Bidang Organisasi KONI Kaltim, Budhi Iriawan mengungkapkan Papua memang berhak mencoret cabor yang dipertandingkan. Namun harus ada alasan yang bisa diterima semua pihak.

“Tuan rumah berhak, ya tapi harus jelas dan bisa diterima karena pasti semua itu ada solusinya dan ini soal pembinaan cabor juga untuk kedepannya. Apalagi, untuk panjat tebing, bowling dan arung jeram Kaltim memiliki kans medali,” ujar Budhi di sekretariat KONI Kaltim Jl Kesuma Bangsa, Samarinda Kalimantan Timur, Selasa (23/10/2018).

Bumi Etam pantas dirugikan akibat pencoretan 5 cabor ini di PON Papua. Sebab kelima cabor tersebut selama ini merupakan andalan Kaltim di level nasional. Setidaknya jika dihitung berdasarkan peta kekuatan saat ini, Kaltim kehilangan potensi 7 medali emas dari 5 cabor tersebut.

Berkaca dari PON XIX 2016 silam, Panjat Tebing menyumbangkan 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu, serta bowling satu medali emas. Tiga cabor lainnya yang saat itu masih berstatus eksebisi, tetap mampu tampil apik. Arung jeram menyumbangkan satu emas dan perunggu, Korfball meraih medali perak, dan Bola Tangan menyabet dua perunggu.

Bola Tangan dan Korfball bahkan menunjukkan kesiapan yang lebih matang menuju PON 2020. Dua cabor ini berpeluang meraih medali emas berkat performa luar biasa di Kejurnas dan kejuaraan lainnya. Korfball misalnya yang mampu menyabet juara umum di kejurnas junior dengan koleksi 4 emas dan 4 perak pada tahun lalu. Sedangkan Bola Tangan tampil mengejutkan usai berhasil meraih juara umum Kejurnas senior 2018 dan sukses menempatkan 9 Atletnya berlaga di Asian Games 2018.

Kendati demikian menurut Budhi, pihaknya masih menanti kepastian resmi terkait cabor yang akan dipertandingkan di PON 2020. Sebab Rakornis tersebut belum keputusan final, lantaran masih harus dibahas di Rapat Anggota Tahunan KONI Pusat pada awal 2019 mendatang.

“Untuk Rapat Anggota ini harus dilaksanakan awal tahun, karena cabor-cbor sudah mulai melaksanakan Pra-PON, artinya sebelum Pra-PON sudah ada kepastian cabor yang dipertandingkan,” tutur Budhi. (dmz)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved