Berita Video

VIDEO - Gelar Pelatihan Jurnalistik, MUI Kaltim Ingatkan Saring Berita Sebelum Disebar

Pelatihan ini diikuti peserta 100 orang yang meliputi pengurus masjid, penyuluh agama Islam, Ormas Islam, lembaga keagamaan Islam

VIDEO - Gelar Pelatihan Jurnalistik, MUI Kaltim Ingatkan Saring Berita Sebelum Disebar
TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Video Jurnalis TVRI Kaltim,Nur Suci Sirana memaparkan dasar hingga metode peliputan jurnalis televisi saat Pelatihan Jurnalistik, Peliputan Berita Penulisan dan Publikasi diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia(MUI) Kaltim di Hotel Grand Sawit jalan Basuki Rahmat Kota Samarinda Kalimantan Timur, Selasa( 23/10/2018). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Nevrianto

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Pelatihan Jurnalistik, Peliputan Berita Penulisan dan Publikasi Dokumentasi Menurut Pandangan Agama Islam dislenggarakan Majelis Ulama Indonesia( MUI) Kaltim di Hotel Grand Sawit Samarinda, Selasa( 23/10/2018).

Pelatihan ini diikuti peserta 100 orang yang meliputi pengurus masjid, penyuluh agama Islam, Ormas Islam, lembaga keagamaan Islam, NU, Muhammadiyah, PMII, PII dan sejumlah lembaga.

Baca: BREAKING NEWS - Lolos dari Sergapan Massa, Rudi Tewas Usai Menenggak Air di Rumah Warga

Narasumber dari Humas Provinsi Kaltim Hadri A Basyir memaparkan Publikasi, Etika, Penulisan Berita berdasarkan kode etik jurnalistik, permasalahan yang dihadapi di era kemajuan informasi dan teknologi sangat penting.

"Kami merasakan dan mengamati hal tersebut ternyata masalah Hoax banyak terjadi di negara negara berkembang.Asia Tenggara Asia Selatan Hoaxnya paling banyak. Setidaknya ada 800.000 situs yang menyebarkan permasalahan hoax. Kalau penduduk indonesia 296 juta maka akan bertambah jika Pemerintah tidak mengatasi Hoax,"tuturnya.

Hadri melanjutkan saat ini pemerintah ingin membuat situs penangkal Hoax.

Baca: Soal Kans Arsenal Juarai Liga Inggris, Unai Emery: Terus Bukukan Kemenangan adalah Hal Sulit

"Sama halnya seperti yang sudah teelaksana pemerintah menangkal situs porno ditangkal melalui aplikasi dan kerja sama dengan Google,"jelasnya.

Wakil Ketua Pengurus MUI Kaltim KH Alwy AS memaparkan Jurnalistik menurut Syariat Islam sebaiknya berita tidak menghujat.

Berita benar tidak gibah menyebutkan kekurangan seseorang dan namimah mengadu domba sesuai Fatwa MUI nomer 24 /2017 tentang Pedoman Hukum san Pedoman Bermuamalah di Medsos.

"MUI merupakan wadah Umat Islam pemberi fatwa Umat Islam terhadap persoalan bangsa.MUI Untuk masyarajat yang berkualitas , aman damai adil dan makmur. Berikut ayat ayat alquran yang melarang gosip, adu domba, hate speech. Apalagi sekarang sedang musim politik maka ada rambu dari ayat suci Quran Al Hujurat 49, ayat 6 dan ayat 12 Quran Surat An Nuur 24:16, dan Al Ahzab 33: 58,"jelasnya.

Baca: Simak Polah Lucu Jan Ethes yang Berlarian dan Dikejar Paspampres saat Diajak Jokowi Hadiri Acara

Narasumber dari redaksi TVRI Suci mengutarakan Metode peliputan berita dan penayangannya kegiatan Liputan di TVRI dimulai dari capture,checking Visual Penulisan Naskah, Dubbing suara , Proses Editing dan Checking.

"Pengambilan gambar ketika meliput harus sesuai tema. Jika pelatihan diikuti antusias maka jangan ambil peserta yang sedang tidak fokus, memainkan hape atai melamun. Ingat juga Penugasan, pengenalan alat kamera. Ingat kondisi dan ketersediaan baterai memori, On, Filter WB, Menentukan Objek gambar Fokus, Audio dan kekuatanVisual. Untuk menerima informasi seperti yang dianjurkan Diskominfo Saring sebeluk share informasi,"bebernya.

Simak Videonya :

(*)

Penulis: Nevrianto
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved