Vaksin Rubella di PPU Hanya Capai 80,4 Persen, Ini Penyebabnya

Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara (PPU) tak mencapai target vaksin Measles Rubella (MR) sampai 31 Oktober lalu

Vaksin Rubella di PPU Hanya Capai 80,4 Persen, Ini Penyebabnya
Tribun Kaltim/Samir
Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara (PPU) melakukan vaksinasi Measles Rubella (MR) di sekolah-sekolah 

TRIBUNKALTIM.CO - Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara (PPU) tak mencapai target vaksin Measles Rubella (MR) sampai 31 Oktober lalu.

Dari target 95 persen hanya mampu mencapai 80,4 persen atau sekitar 40 ribu anak dari 42 ribu anak yang harus diberikan vaksin MR.

Kepala Dinkes PPU, Arnold Wayong, Jumat (2/11/2018) menjelaskan, sejumlah penyebab sehingga target ini tak tercapai seperti beredarnya berita hoax tentang bahaya vaksin MR ini dan kehalalannya yang masih diragukan sehingga ada penolakan dari orangtua.

Baca: Buka Posko di Rumah Jabatan, Cucu Walikota Balikpapan Ikut Divaksin Rubella

Ia mengaku juga ada kepala sekolah yang menolak muridnya diberikan vaksin ini meski petugas medis sudah turun ke sekolah tersebut.

"Kalau ngga salah tiga kali petugas kami turun namun tetap ditolak. Yang tolak kepala sekolah bukan orangtua," jelasnya.

Dengan penolakan kepala sekolah tersebut sehingga pihaknya tak bisa melakukan vaksinasi di sekolah tersebut.

Namun demikian, sejumlah orangtua berinisiatif untuk membawa anak mereka divaksin di puskesmas.

Baca: Punya Riwayat Inveksi Rubella, Seorang Bidan di Balikpapan Tiga Kali Keguguran

Ia mengatakan meski vaksin telah berakhir namun warga yang ingin memberikan vaksin kepada anaknya tetap bisa mendatangi puskesmas bahkan sampai 31 Desember.

"Kami terima surat edaran lagi bahwa pemberikab vaksin bisa sampai 31 Desember di puskesmas, " katanya.

Untuk wilayah yang masih kurang mendapatkan vaksin, Arnold mengatakan terbanyak di Penajam dan Petung. Ia mengatakan sisa 2.000 anak yang belum divaksin diharapkan bisa mendatangi puskesmas terdekat.

Penulis: Samir
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved