Soal Kebijakan Tumpang Jenazah di TPU Balikpapan, Ini Penjelasan MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan menanggapi kebijakan tumpang makam yang terjadi di TPU Kota Balikpapan.

Soal Kebijakan Tumpang Jenazah di TPU Balikpapan, Ini Penjelasan MUI
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD AFRIDHO SEPTIAN
Sekretaris MUI Cabang Kota Balikpapan, H.M. Jailani 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan menanggapi fenomena tumpang makam yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kota Balikpapan.

Sekretaris MUI Kota Balikpapan, HM Jailani mengatakan, idealnya satu liang lahad hanya diisi satu jenazah. Namun dalam kondisi darurat dapat dibolehkan dengan memperhatikan kondisi daerah setempat.

Dikemukakan, alasan yang membolehkan mengubur lebih dari satu jenazah dalam satu liang kubur itu, selain tidak ada larangan, hal tersebut juga pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sendiri.

Hal ini sesuai hadits sahih riwayat Imam al-Bukhari. "Sebenarnya satu lubang lebih dari satu jenazah tidak dilarang dan ada hadistnya," ujar dia.

Baca: Pemkot Balikpapan akan Tutup 5 TPU, Pemakaman Jenazah Boleh Numpang, Syaratnya Ini

Diterangkan dalam hadist diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a. bahwa Rasulullah SAW mengumpulkan di antara dua orang laki-laki dari korban (perang) Uhud dalam satu kain kemudian beliau bertanya, 'siapakah di antara keduanya yang lebih banyak pengetahuannya tentang Al Quran?'

Jika ditunjukkan kepada beliau salah seorang dari keduanya, beliau mendahulukannya di dalam liang lahad, lalu beliau bersabda: 'Aku menjadi saksi bagi mereka'. Kemudian beliau menyuruh untuk mengubur mereka dengan darah mereka dan beliau tidak menyalatkan serta tidak memandikan mereka.

Lanjutnya, sedangkan pada hadist kedua, diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a., Rasulullah SAW bertanya tentang korban (perang) Uhud, siapakah di antara mereka yang paling banyak pengetahuannya tentang Al Quran?' Jika ditunjukkan kepada beliau salah seorang laki-laki, beliau mendahulukannya di dalam liang lahad sebelum kawannya.

Baca: 5 Gempa Bumi Hari Ini Guncang Beberapa Wilayah di Indonesia

Sehingga menurut Jailani, dua hadist tersebut cukup menjadi dalil bahwa menguburkan lebih dari satu jenazah di dalam satu liang lahad itu dibenarkan. Menurut tuntunan syariat, dalam keadaan normal sedapat mungkin satu liang lahad diperuntukkan bagi satu jenazah.

"Namun dalam kondisi tertentu atau dalam keadaan darurat seperti terjadi musibah gempa bumi, kebakaran, kapal tenggelam, perang dan lain sebagainya, satu liang lahad boleh dipakai untuk lebih dari satu jenazah," ucapnya. (*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved