Kemenhub Tak Bisa Beberkan Audit Khusus Jatuhnya Pesawat Lion Air

Kalau toh ada temuan-temuan, itu tidak di-publish, tapi untuk internal Kemenhub," ujar Kus Handono di kantornya, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Kemenhub Tak Bisa Beberkan Audit Khusus Jatuhnya Pesawat Lion Air
TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Kondisi mesin kedua pesawat Lion Air PK-LQP yang ditemukan di kedalaman 30 meter usai diangkat ke dermaha JICT 2 Tanjung Priok, Rabu (7/11/2018). 

Kemenhub Tak Bisa Beberkan Audit Khusus Jatuhnya Pesawat Lion Air

TRIBUNKALTIM.CO – Audit khusus seusai jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 telah dilakukan Kementerian Perhubungan.

Meski demikian, hasil dari audit khusus tersebut tak bisa dibeberkan ke publik.

Kasubdit Aeronautika Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Kus Handono mengatakan, audit tersebut meliputi prosedur manual perusahaan, catatan operasional pesawat, wawancara dengan personel kunci terkait pengoperasian pesawat dan mengevalusi fasilitas perawatan.

Kemenhub Lakukan Audit Khusus kepada Maskapai Lion Air

"Tujuannya untuk memastikan semua ketentuan perawatan dan pengoperasian pesawat tetap terpenuhi. Kalau toh ada temuan-temuan, itu tidak di-publish, tapi untuk internal Kemenhub," ujar Kus Handono di kantornya, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Menurut Kus Handono, audit terhadap maskapai di Indonesia sebenarnya rutin dilakukan tiap dua tahun sekali. Namun, pasca kejadian ini Kemenhub merasa perlu melakukan spesial audit ke Lion Air.

"Tentang pelaksanaan spesial audit, sebetulnya regular audit setiap dua tahun sekali pada saat akan habis masa sertificate operator penerbangan itu habis. Dalam hal tertentu, seperti ini kita melakukn audit spesial," kata Kus Handono.

Manajemen Lion Air Putuskan Ganti Nomor Penerbangan JT 610

Selain mengaudit Lion, Kemenhub juga melakukan pengecekan terhadap 11 pesawat Boeing 737 max 8 yang dioperasikan Lion Air dan Garuda Indonesia. Hasilnya, kata Kus Handono semua pesawat tersebut laik beroperasi.

"Semua yang dilakukan pemeriksaan laik terbang. Memang ada beberapa item yang bukan rusak, tapi boleh tidak berfungsi dan itu ada dokumen yang memperbolehkan tapi dengan jangka waktu tertentu. Namanya dokumen Minimum Equipment List (MEL).

Di situ disebutkan suatu sistem terpasang dua, boleh tidak berfungsi 1 asal dalam 3 hari diperbaiki itu terhadap boeing 737 Max 8," ucap dia.

Mesin Kedua Lion Air JT 610 Ditemukan, Kondisinya Jauh Lebih Memprihatinkan Ketimbang yang Pertam

Seperti diketahui, pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018). Pesawat itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten.

Sedianya, pesawat itu mendarat di Pangkal Pinang pukul 07.20 WIB. Pesawat yang baru beroperasi pada 15 Agustus 2018 itu diketahui membawa 189 orang, yang terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 orang anak, 2 bayi, dan 8 awak pesawat. (*) 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hasil Audit Khusus Lion Air Tak Bisa Dipublikasi", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/11/07/184937326/hasil-audit-khusus-lion-air-tak-bisa-dipublikasi. 

Editor: Anjas Pratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved