Khawatir Ada Gempa Susulan yang Lebih Dahsyat, Warga Dua Kabupaten di Sulawesi ini Pilih Mengungsi

Camat Bittuang, B.R Tangibali mengatakan warga memilih mengungsi karena khawatir akan terjadi gempa susulan yang lebih dahsyat.

Khawatir Ada Gempa Susulan yang Lebih Dahsyat, Warga Dua Kabupaten di Sulawesi ini Pilih Mengungsi
Twitter/@infoBMKG
Gempa Hari Ini - Manado Diguncang Gempa 5,6 Skala Richter, BMKG Imbau Masyarakat Agar Tetap Tenang 

Khawatir Ada Gempa Susulan yang Lebih Dahsyat, Warga Dua Kabupaten di Sulawesi ini Pilih Mengungsi

TRIBUNKALTIM.CO - Pasca- gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,5 yang mengguncang kabupaten Mamasa pada pukul 02.35 WITA, Selasa (06/11/2018), warga kecamatan Tabang Kabupaten Mamasa dan Kecamatan Masanda Kabupaten Tana Toraja, memilih mengungsi di kantor kecamatan Bittuang Tana Toraja.

Camat Bittuang, B.R Tangibali mengatakan warga memilih mengungsi karena khawatir akan terjadi gempa susulan yang lebih dahsyat.

“Warga memilih mengungsi karena termakan isu dengan adanya informasi simpang siur entah darimana mengenai gempa besar seperti di Palu, Donggala dan Sigi yang akan terjadi,” katanya, Selasa (06/11/2018).

3 Hari Terakhir Sulawesi Barat Diguncang 79 Kali Gempa, Titik Pusat di Kabupaten Mamasa

5 Gempa Bumi Hari Ini Guncang Beberapa Wilayah di Indonesia

Kepala BPBD Tana Toraja Alfian Andilolo, mengatakan para pengungsi tersebut terus berdatangan ke kantor camat Bittuang. 

“Mereka menghindari dampak bencana, kami sudah siapkan fasilitas berupa tenda dan bantuan untuk penangannya, kita lihat dulu seperti apa kondisi dan kebutuhannya,” ucap Alfian.

Terkait dengan munculnya isu-isu prediksi gempa bumi yang beredar di masyarakat Toraja, Balai Besar Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) wilayah IV Makassar mengeluarkan imbauan kepada warga agar tidak menanggapi isu-isu yang tidak bertanggungjawab.

Doa Bersama untuk Korban Bencana Sulteng dan Lion Air JT 610 di Mapolda Kaltim

Pemulihan Pascabencana di Sulteng Diperkirakan Butuh Rp 18 Triliun, Ini 3 Sumber Anggarannya

“BMKG wilayah IV Makassar menegaskan bahwa gempa bumi dapat terjadi setiap saat, namun hingga saat ini belum ada teknologl yang mampu memprediksikan kapan gempa bumi akan terjadi, bahkan sampai menentukan waktu kejadian gempa bumi, untuk itu diimbau kepada masyarakat agar memperhatikan informasi resmi dari BMKG serta tetap tenang dan waspada,” kata Joharman, Selasa (06/11/2018) melalui siaran pers.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasca-Gempa Mamasa, Warga 2 Kecamatan Ini Memilih Mengungsi ", 

Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved