Saefuddin Zuhri Bantah Mundur dari Pencalonan Wawali Samarinda

Salah satu kandidat Calon Wakil Walikota, Saefuddin Zuhri membantah dirinya mundur dari pencalonan.

Saefuddin Zuhri Bantah Mundur dari Pencalonan Wawali Samarinda
tribunkaltim.co/BUDHI HARTONO
Saefuddin Zuhri 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Salah satu kandidat Calon Wakil Walikota, Saefuddin Zuhri membantah dirinya mundur dari pencalonan.

Hal ini ditegaskan Zuhri guna membantah berhembusnya isu yang menyebutkan dirinya mengundurkan diri dari pencalonan Wawali Samarinda.

"Ya jelas dibantah. Tidak mungkin kita sudah direkomendasi partai, dan dikirim ke DPD, dan surat sudah masuk ke walikota, kemudian mundur," kata Zuhri, Rabu (7/11/2018).

Baca: Partai Pengusung Tak Kunjung Ajukan Nama, Kota Samarinda Terancam Tak Punya Wawali

Meski demikian, Zuhri enggan menanggapi terlalu jauh mengenai berhembusnya isu pengunduruan dirinya. Zuhri menilai, isu dalam politik merupakan hal yang wajar.

"Isu itu wajar. Mungkin ada yang mau cari simpati atau bagaimana untuk naikkan popularitas. Isu dari siapa kita juga tak tahu," kata Zuhri.

Zuhri juga membantah dirinya tak serius dalam proses pemilihan Wawali, ini. Menurut Zuhri, dirinya sudah menjalani semua proses. Dan saat ini, hanya menunggu proses pemilihan di DPRD Samarinda, bergulir.

"Saya sudah siap. Semua persiapan administrasi sudah saya rampungkan. Ibarat ayam tarung, saya tinggal menunggu pintu kandang dibuka saja," tegas Anggota DPRD Kaltim, ini.

Baca: Jalani Interview Balon Wawali, Saefuddin Zuhri Sebut Perlu Evaluasi Manajemen Perusda

Sementara, kata Zuhri, dirinya sama sekali tak berwenang dalam memercepat proses pemilihan di DPRD Samarinda.

"Menuju proses pemilihan itu bukan ranah saya. Kan surat dari DPD (NasDem) sudah disampaikan ke Walikota. PKS juga sudah serahkan nama. Tinggal Walikota menyerahkan ke DPRD dan DPRD menggelar pemilihan," urai Zuhri.

Semua tahapan tersebut, menurut Zuhri, sudah siap. Hanya tinggal menunggu keseriusan dari Walikota maupun DPRD untuk menyegerakan proses pemilihan.

"Aturannya sudah ada. Sudah jelas. Tinggal menjalankannya saja," katanya lagi.

Secara personal, lanjut Zuhri, dirinya sudah siap bertarung memerebutkan suara 45 Anggota DPRD Samarinda. Diketahui, sudah beberapa bulan terakhir ini kursi Wawali Samarinda kosong, setelah meninggalnya Nusyirwan Ismail.

Mekanisme penggantian Wawali, yakni partai pengusung pasangan Jaang-Nusyirwan berhak mengusulkan dua nama kepada Walikota Samarinda.

Selanjutnya Walikota membawa dua nama tersebut untuk dipilih di DPRD Samarinda. Adapun partai pengusung Jaang-Nusyirwan pada Pilkada 2015 lalu yakni Demokrat, PKS dan NasDem.

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved