Advertorial

Mengabdi pada Masyarakat dengan Menjadi Kader JKN BPJS Kesehatan

Kader JKN ditugaskan untuk berkunjung ke rumah peserta binaan, diantaranya mengumpulkan iuran, pemasaran sosial, dan pemberi informasi atau keluhan.

Mengabdi pada Masyarakat dengan Menjadi Kader JKN BPJS Kesehatan
HO - BPJS Kesehatan
Kader JKN sedang menyampaikan informasi ke warga mengenai program JKN KIS. 

BALIKPAPAN - Untuk meningkatkan jumlah kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sekaligus meningkatkan pengumpulan iuran, BPJS Kesehatan terus melakukan terobosan, salah satunya melalui program Kader JKN. Program ini diimplementasikan sejak tahun 2016 dan sampai sekarang masih tetap menjadi unggulan dalam upaya menjaga kesinambungan Program JKN-KIS.

Rika Sri Wulandari, dikenal sebagai salah satu Kader JKN-KIS di Kota Balikpapan yang sudah mengabdi sejak tahun 2016. Rika yang sehari-harinya beraktivitas sebagai ibu rumah tangga, menghabiskan banyak waktunya untuk bersosialisasi dengan masyarakat di sekitar rumahnya sekaligus memberikan informasi tentang Program JKN-KIS. Ia pun tak lupa mengingatkan masyarakat untuk rutin membayar iuran tepat waktu.

“Melalui Kader JKN-KIS,  saya berkesempatan untuk terjun langsung kepada masyarakat untuk memberikan informasi mengenai Program JKN-KIS. Sebelumnya saya dibekali oleh BPJS Kesehatan mengenai hal-hal yang perlu disampaikan kepada masyarakat, misalnya persyaratan pendaftaran itu apa aja, hak dan kewajiban sebagai peserta JKN-KIS itu apa, dan masih banyak lagi. Pembekalan ini tentunya baik sekali, karena kami dipersiapkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat dengan tepat,” ujar Rika saat melakukan aktivitasnya.

Kader JKN ditugaskan untuk berkunjung ke rumah peserta binaan sebanyak 500 Kepala Keluarga dalam melaksanakan fungsi pengingat dan pengumpul iuran, fungsi pemasaran sosial, fungsi kepesertaan, dan fungsi pemberi informasi atau keluhan. Banyak suka dan duka yang ia rasakan, hal terberat yang ia rasakan sebagai Kader JKN yaitu pada saat berkunjung ke peserta binaan yang menolak kedatangannya.

“Waktu itu saya berkunjung ke rumah peserta, tak sampai saya mempekenalkan diri, saya langsung diusir dari rumahnya. Tapi itu justru menjadi lecutan semangat buat saya,” kenang Rika.

Tak hanya duka yang ia rasakan, kebahagiaan menjadi seorang Kader JKN pun ia rasakan. Apalagi pada saat ia bisa memberikan informasi kepada peserta JKN-KIS dan peserta menjadi sadar akan pentingnya iuran yang mereka bayarkan.

“Sangat senang dan puas sekali ketika ada peserta yang antusias dengan apa yang saya informasikan, terlebih jika mereka langsung sadar dan paham akan pentingnya Program JKN-KIS ini. Bagi saya, Program Kader JKN-KIS adalah salah satu untuk dapat mengabdi kepada masyarakat,” ujar Rika. (*)

Editor: M Abduh Kuddu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved